Sebelumnya
Pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai sebetulnya sudah berlangsung lebih dari dua tahun sejak pengerukan terakhir pada 2022.
Dalam kesempatan itu, Gibran pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan dan mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah ini.
Mantan Wali Kota Solo ini meminta seluruh pihak saling mendukung dan berkolaborasi agar penanganan berjalan cepat dan berkelanjutan.
Baca juga : Gerindra Ajak Parpol Se-Asia Bangun Rasa Saling Percaya
Dia menyaksikan proses pengerukan dan mendengarkan paparan detail dari Pelindo yang sedang menyiapkan kapal keruk untuk memperbaiki kondisi alur pelayaran.
Sedimentasi yang terjadi karena faktor alam dan cuaca buruk telah menurunkan kedalaman alur pelayaran menjadi sekitar 1,5 meter, jauh di bawah standar kebutuhan kapal tanker dan pengangkut logistik.
Dari atas Kapal Tunda Bunga Raflesia, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Arif Suhartono memaparkan langsung kronologi dan langkah penanganan pendangkalan alur pelayaran yang tengah dilakukan.
Baca juga : Modusnya Bawa Ponsel Hingga Penggunaan Joki
“Kami menyiapkan pengerukan besar-besaran untuk mengembalikan kedalaman alur hingga minus 6,5 meter dalam waktu dekat,” ujar Arif.
Menurutnya, target akhir pengerukan mencapai kedalaman hingga minus 12 meter agar kapal-kapal besar bisa masuk langsung ke Pelabuhan Pulau Baai tanpa perlu transhipment. Pengerjaan ini akan melibatkan kapal keruk tipe Cutter Suction Dredger (CSD) Costa Fortuna 3, yang saat ini sudah berada di lokasi dan mulai dalam tahap persiapan.
Fase awal pengerukan, termasuk pemasangan pipa dan penyiapan teknis kapal keruk, sudah berjalan.
Baca juga : Musda Beringin Sumut Hampir Pasti Aklamasi
Arif mengatakan, dalam dua minggu ke depan, jalur pelayaran sudah bisa dilintasi kapal meski belum mencapai kedalaman optimal.
“Setidaknya, distribusi BBM dan logistik bisa kembali berjalan lebih lancar sembari menunggu pengerukan selesai secara menyeluruh dalam waktu kurang lebih empat bulan,” pungkasnya. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Rabu, 28 Mei 2025 dengan judul "Pasokan Di Bengkulu Terganggu, Gibran Turun Tangan Mengatasi Krisis BBM"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.