Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 Diwarnai Kecurangan
Modusnya Bawa Ponsel Hingga Penggunaan Joki
Rabu, 28 Mei 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan ratusan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025. Soal itu juga jadi bahan perbincangan para penggiat dunia maya.
Karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan memberi sanksi tegas atas kecurangan tersebut.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok menyatakan, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 belum bersih dari praktik kecurangan.
Baca juga : Musda Beringin Sumut Hampir Pasti Aklamasi
“Total pelanggaran (UTBK) dari peserta jumlahnya ratusan,” ungkap Eduart dalam konferensi pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Dia juga mengungkapkan berbagai macam modus kecurangan yang ditemukan timnya. Antara lain, membawa kamera ponsel untuk mengambil gambar soal, hingga mencoba mengakses komputer pusat UTBK alias peretasan.
Selain itu, pihaknya juga menemukan kasus perjokian di UTBK-SNBT 2025. Joki berperan menggantikan peserta di ruang ujian, hingga memberi jawaban kepada peserta dengan receiver atau transmiter.
Baca juga : KPK Sita Lagi 4 Bidang Tanah, Nilainya Rp 10 M
“Mereka juga ada yang melakukan remote PC dengan peserta dari luar, mengendalikan, sekaligus menjawab soal ujiannya,” jelas dia.
Eduart menambahkan, praktik perjokian dalam UTBK-SNBT, ada yang melibatkan mahasiswa aktif dari perguruan tinggi ternama. Dia memastikan, temuan itu sudah diusut Kemdiktisaintek dan pelaku akan diberi sanksi tegas.
“Itu sudah diputuskan, sanksi tegas dikeluarkan dari kampus,” cetusnya.
Baca juga : Disdik DKI Didorong Cegah Praktik Culas
Lebih lanjut, Eduart menegaskan, semua tindak kecurangan yang didapati di lapangan bisa diantisipasi dan ditangani. Sebab, Kemendiktisaintek telah melakukan mitigasi saat UTBK-SNBT maupun sesudah pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dia juga memastikan, panitia SNPMB terus meng-update data soal daerah dengan tingkat kecurangan yang paling tinggi. Setelah selesai, pihaknya akan memberi informasi yang valid, terutama kepada aparat kepolisian.
“Baik dari Mabes Polri dan yang terkait, (diskusi) terkait langkah dan tindak lanjut untuk informasi yang sudah kita dapatkan,” tandas Rektor Universitas Negeri Gorontalo ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya