RM.id Rakyat Merdeka - Tambahan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai sebesar Rp 200 ribu dan beras sebanyak 10 kilogram (kg) bagi penerima manfaat program Kartu Sembako, ramai diperbincangkan netizen di berbagai media sosial. Mereka berharap, penyaluran bansos yang dilakukan Pemerintah tepat sasaran.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, Pemerintah akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran bansos kepada penerima manfaat.
“DTSEN sudah diputuskan digunakan sebagai pedoman utama penyaluran bansos dan program pembangunan, termasuk pemberian paket insentif dan stimulus ekonomi,” ujar Gus Ipul-sapaan Saifullah Yusuf dalam keterangan dikutip, Selasa (6/3/2025).
Baca juga : Pengurus Partai Ummat Se-Yogya Mundur Massal
Gus Ipul menilai, penggunaan DTSEN merupakan langkah maju, utamanya dalam membuat bansos dan program pembangunan lebih tepat sasaran. Pasalnya, data Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sebelumnya menyebut, sebanyak Rp 504 triliun bansos dari seluruh kementerian dan lembaga, tidak semuanya tepat sasaran.
“Sekarang, Presiden ingin apa yang diberikan ini tepat sasaran, sampai kepada mereka yang membutuhkan dan berhak mendapat bantuan dari Pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, DTSEN telah dikukuhkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Karenanya, DTSEN menjadi acuan tunggal bagi kementerian, lembaga maupun Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyalurkan bantuan dan program-program pemberdayaan.
Baca juga : KPK Temukan Catatan Aliran Uang Dan Rekening Penampung
Berdasarkan konsolidasi data, lanjut dia, Kemensos telah dilakukan ground-checking untuk menemukan inclusion/exclusion errors dalam menyalurkan bansos pada triwulan ke-II. Proses ground-checking DTSEN bertujuan untuk memastikan bansos benar-benar tepat sasaran.
“Dari hasil ground-checking, kami menemukan 1,9 juta data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tak dapat (bantuan), tapi mendapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat. Ini sudah kami perbaiki. Ke depan, DTSEN akan dimutakhirkan secara berkala, setiap tiga bulan,” tutur Gus Ipul.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemberian paket insentif dan stimulus ekonomi senilai Rp 24,44 triliun, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap positif selama Juni-Juli di Istana Negara, Senin (2/6/2025).
Baca juga : Meruorah Komodo Jadi Magnet Turis Lokal-Asing
Total anggaran stimulus terdiri atas Rp 23,59 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp 850 miliar dari non APBN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.