RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Uji Coba Modul Pembinaan Lembaga Amil Zakat (LAZ), di Hotel Grand Dafam, Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat tata kelola zakat nasional melalui pendekatan berbasis pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, dan akselerasi dampak pemberdayaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Waryono Abdul Ghafur. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa mandat utama yang diemban Kemenag dalam pengelolaan zakat adalah pembinaan dan pengawasan. Namun, proses pembinaan harus menjadi langkah pertama.
Baca juga : KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Di Selat Bali, ASDP Kerahkan Armada Evakuasi
“Kalau langsung pengawasan tanpa pembinaan, hasilnya tidak akan konstruktif. Karena itu, kami menata ulang pendekatan melalui evaluasi, pembinaan, lalu pengawasan,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (3/7/2025).
Prof. Waryono juga menekankan bahwa amil zakat harus dilihat sebagai profesi yang menuntut kompetensi, kecakapan teknis, dan pengakuan formal. Tata kelola zakat saat ini menuntut SDM yang bukan hanya paham fiqih, tetapi juga mampu membaca data, memahami peta kemiskinan, menyusun laporan keuangan, hingga menyalurkan zakat dengan tepat dan berdampak.
Baca juga : Iran Bantah Rencana Pembicaraan Nuklir Dengan Amerika Serikat
“Amil itu bukan sekadar fa'il. Ia adalah pekerja profesional. Karena itu, kita hadirkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendukung peningkatan kapasitas ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita dan program prioritas Menteri Agama. Dia menyebutkan, arah pembinaan zakat saat ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan kontribusi sosial-keagamaan yang lebih optimal.
Baca juga : Pemain Anyar Persib Menjalani Pemeriksaan Medis
“Modul ini adalah salah satu bentuk konkret dari mandat Undang-Undang kepada Kemenag untuk melakukan pembinaan melalui tiga pendekatan: edukasi, fasilitasi, dan sosialisasi. Harapannya, kegiatan ini menjadi awal dari pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak,” jelas Muhibuddin.
Kegiatan ini diikuti para pengelola LAZ dari berbagai daerah serta tim perumus modul. Modul yang diuji coba diharapkan menjadi jembatan (wasilah) untuk melahirkan SDM amil yang profesional, serta mampu mengukur keberhasilan zakat dari perubahan kondisi mustahik secara nyata dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.