Dark/Light Mode

Iran Bantah Rencana Pembicaraan Nuklir Dengan Amerika Serikat

Jumat, 27 Juni 2025 14:00 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: Instagram)
Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyebut pembicaraan nuklir dengan Iran akan berlangsung pada pekan depan.

"Tidak ada kesepakatan yang dibuat tentang dimulainya kembali negosiasi. Bahkan, belum ada pembicaraan tentang negosiasi. Subjek negosiasi tidak dipertanyakan saat ini,” kata Araghchi, seperti dilansir Tasnim, Jumat (27/6/2025).

Araghchi memastikan, Iran tetap berkomitmen pada diplomasi. Tetapi, Iran masih perlu menilai, apakah negosiasi dengan AS perlu dilanjutkan atau tidak.

Baca juga : MilikiRumah Bantu Atasi Masalah Kepemilikan Rumah dengan Program Pra KPR

Ditanya tentang program pengayaan nuklir Iran setelah serangan Amerika dan Israel terhadap fasilitas nuklir negara tersebut, Araghchi menjelaskan tingkat kerusakannya tidak kecil. Berapa luas cakupannya, masih dalam penghitungan.

"Masih terlalu dini untuk memahami, bahwa area itu disiapkan untuk negosiasi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Araghchi juga mengutuk keterlibatan AS dalam perang Israel-Iran.

Baca juga : Iran Laporkan Ilmuwan Nuklir Senior Tewas Dalam Serangan Terbaru Israel

“Sementara Iran melindungi hak-hak rakyatnya dalam pembicaraan nuklir tidak langsung dengan AS sebelum agresi Israel, AS memutuskan menggunakan metode lain karena kecewa dengan negosiasi,” papar Araghchi.

“Serangan militer AS terhadap Iran adalah bentuk pengkhianatan terhadap diplomasi dan pembicaraan,” imbuhnya.

Agresi Israel terhadap Iran dimulai pada 13 Juni 2025. Wilayah militer, nuklir, dan perumahan Iran diserang selama 12 hari. Dalam periode itu, Israel dan Iran terus saling serang.

Baca juga : Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal

Pasukan Dirgantara Korps Pengawal Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal pembalasan terhadap rezim Zionis, sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati III yang menimbulkan kerugian besar di kota-kota di seluruh wilayah pendudukan.

Kemudian pada 22 Juni 2025, AS turun tangan dengan membombardir tiga lokasi nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni, telah menghentikan pertempuran Israel-Iran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.