RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2025 di Kantor Pos KCU Jakarta Flora, Fatmawati, Kamis (17/7/2025).
Gibran memastikan bahwa pelaksanaan program BSU berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja.
Program BSU merupakan hasil sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, khususnya dalam hal penyediaan data akurat penerima bantuan.
Baca juga : Tinjau Penyaluran BSU Di Boyolali, Gibran Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, serta Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian.
Zainudin mengatakan, hingga awal Juli 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan data lebih dari 15 juta peserta aktif yang memenuhi kriteria penerima BSU.
Data tersebut mencakup pekerja dengan penghasilan di bawah atau setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan masih menjadi peserta aktif hingga April 2025.
Baca juga : Zaki Kembali Diusung Pimpin Golkar Jakarta
Menurutnya, proses validasi dan seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang paling membutuhkan.
"Kami tentu menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas kepercayaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra utama dalam validasi data penerima BSU. Semoga ke depan sinergi ini dapat terus ditingkatkan," ujar Zainudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian. mengimbau para pemberi kerja agar memastikan seluruh tenaga kerjanya terdaftar dan aktif dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga : Tinjau Penyaluran BSU Di Kantorpos Fatmawati, Gibran Apresiasi Kerja PosIND
Deny berharap, seluruh tenaga kerja mendapatkan perlindungan yang layak. Untuk itu, kepada para pemberi kerja agar mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya, memastikan kepesertaan tetap aktif, serta melaporkan upah dengan benar.
"Hal ini penting agar pekerja bisa mengakses manfaat program-program negara, termasuk BSU, secara optimal. Dengan begitu, mereka dapat bekerja keras dan bebas cemas," pungkas Deny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.