BREAKING NEWS
 

Pembangunan PLTP Ulumbu Jadi Contoh

Gubernur NTT Tekankan Dialog sebagai Jalan Pembangunan Energi Bersih

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 23 Juli 2025 12:36 WIB
Foto: Pusdatin ESDM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, proyek panas bumi Ulumbu yang telah beroperasi selama lebih dari satu dekade harus menjadi contoh bahwa transisi energi bersih dapat berjalan berdampingan dengan keberlanjutan sosial, lingkungan, dan harmoni masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan saat Gubernur Melki berdialog langsung dengan warga di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

“Kalau pembangunan itu sudah benar dan bagus, kayak Ulumbu itu bagus sekali. Sudah 13 tahun berjalan, hampir tidak ada isu. Lingkungan aman, bagi hasil bagus, CSR jalan, teknis pengeboran aman,” jelas Gubernur Melki dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa NTT tengah memasuki fase transformasi energi yang diarahkan menuju kemandirian energi terbarukan sesuai desain nasional.

“NTT sudah diputuskan sebagai provinsi energi terbarukan. Jadi seluruh potensi energi NTT itu sekarang kita dorong dan kembangkan,” ujarnya.

Ia mengakui proses perubahan tidak mudah karena akan selalu ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan, namun komitmen pembaruan harus terus dijalankan.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya menyikapi dinamika panas bumi secara ilmiah dan berbasis data.

Baca juga : Rekomendasi Fahira Idris Terkait Revitalisasi dan Pembangunan 4 Pasar di Jakarta

“Kita harus memeriksa semua penolakan itu pakai ilmu pengetahuan, tidak bisa hanya pakai katanya-katanya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak perdebatan publik terjadi tanpa semua pihak benar-benar melihat langsung lokasi proyek.

Dalam dialog terbuka bersama warga, Gubernur Melki mengajukan serangkaian pertanyaan reflektif.

“Apakah pasca beroperasinya Ulumbu produktivitas pertanian menurun? Apakah terjadi keracunan? Apakah membuat hewan ternak mati mendadak? Apakah ada warga yang tidak bisa tidur nyenyak karena beroperasinya PLTP Ulumbu?” tanya dia.

Ia kemudian menyampaikan bahwa dari dialog lapangan dan pengamatan selama kunjungan, masyarakat tidak melaporkan gangguan berarti.

Adsense

“Ternyata kalau orang diajak dialog juga bisa. Saya dengar langsung: hasil pertanian baik, ternak juga baik,” ujar Gubernur, menyarikan respons yang ia terima dari warga.

Gubernur menegaskan, pembangunan energi tidak boleh memaksakan kehendak.

Baca juga : Sowan Ke Menteri PU, Gubernur Meki Bahas Pembangunan Infrastruktur Papua

“Kalau masyarakat di situ setuju, lanjut. Kalau tidak setuju, jangan dipaksa. Nanti bikin luka sosial yang panjang. Tapi dialog harus jalan terus,” katanya.

Menurutnya, polarisasi yang muncul di beberapa wilayah, terutama ketika kelompok yang menolak dan mendukung saling berhadapan dan seringkali diperkeruh oleh pihak-pihak yang “bermain di belakang layar”.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak dijadikan alat politik.

“Jangan rakyat diadu domba, kemudian pemainnya main di belakang layar. Kan ketahuan banget cara mereka desain permainan ini. Nggak fair menurut saya,” ujarnya.

Gubernur juga mengangkat filosofi lokal gendang one lingko pe’ang sebagai pendekatan budaya dalam menyelesaikan perbedaan.

Ia mendorong musyawarah, duduk bersama, dan keputusan berbasis kebersamaan sebelum menentukan kelanjutan atau relokasi proyek energi.

“Itu harus kita rajut dulu. Duduk dulu, bicara dulu,” katanya.

Baca juga : Pembangunan KIPP Papua Pegunungan Dimulai, Wamendagri Ribka Serukan Persatuan

Menutup dialog, Gubernur Melki menyampaikan keprihatinannya terhadap diskursus publik yang kerap jauh dari realitas lapangan.

“Yang saya takut ini yang dukung, yang kontra, yang netral itu mungkin belum pernah turun ke lokasi. NTT tidak akan bisa-bisa maju dengan model-model begini ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan, sebagai daerah yang sejak awal turut mendorong pengembangan panas bumi di Indonesia, bahkan dengan tokohnya berasal dari Pulau Sabu, masyarakat NTT sejatinya layak merasa bangga dan bersyukur atas potensi energi terbarukan yang dimiliki.

Namun, semua itu hanya akan membawa manfaat jika dikelola dengan semangat keterbukaan, persatuan, dan dialog yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense