Dark/Light Mode

11 Penambang Dibantai OPM

Pemerintah Tak Berikan Ruang Bagi Pelaku Teror

Sabtu, 12 April 2025 07:30 WIB
Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan di Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Foto: Dok. polkam).
Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan di Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Foto: Dok. polkam).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 11 penambang emas di wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, terbunuh dalam kurun waktu 4 hari terakhir. Mereka dibunuh oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengutuk kekerasan yang terjadi di Yahukimo pada 5-8 April 2025 yang mengakibatkan tewasnya 11 orang oleh oknum bersenjata di Papua.

Tragedi ini menunjukkan pelaku tidak memiliki rasa kemanusiaan dan melakukan pembunuhan secara sadis dan sporadis.

“Aksi teror yang dilakukan membuat masyarakat ketakutan beraktivitas,” kata BG-sapaan akrab Budi Gunawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Menurutnya, fokus Pemerin­tah adalah melakukan evakuasi para korban dan memulangkan­nya ke keluarga. Namun, proses evakuasi terhambat kondisi geografis dan cuaca di lokasi.

BG memastikan, sejak ke­jadian itu Kemenko Polkam telah mendorong jajaran untuk mengambil langkah-langkah segera. Di antaranya, menge­vakuasi korban dan peningkatan pengamanan.

Bahkan, Kemenko Polkam telah menggelar Rakor pada Ka­mis (10/4/2025) dengan peserta Kemendagri, TNI, Polri, BIN, Komdigi, Kemenko PMK, KSP, PCO utk mengambil langkah-langkah penanganan kekerasan di Papua

Baca juga : PDIP Miliki DNA Oposisi

Dia menegaskan, Pemerintah akan terus melakukan pening­katan pengamanan di daerah-daerah rawan di Papua agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali.

BG juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Papua tidak memberikan ruang terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan di Papua.

Pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.

“Pemerintah tidak memberi­kan ruang bagi para pelaku teror serta terus melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.

Atas peristiwa pembunuhan tersebut, BG menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.

“Semoga para korban tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Kepala Biro Informasi dan Humas Kementerian Pertahanan (Kemhan) Frega Wenas mem­bantah klaim yang menyebut korban tewas akibat serangan dari TPNPB OPM adalah agen intelijen.

Baca juga : Rumah Subsidi Untuk Buruh Diserahkan 1 Mei

Menurutnya, hal ini bentuk propaganda yang bertujuan untuk mendiskreditkan Pemerintah dan TNI.

Dia mengimbau semua pihak lebih jeli menyikapi narasi yang mengandung disinformasi dan malinformasi. Sebab, korban sebenarnya adalah warga sipil yang tengah melakukan aktivitas penambangan emas ilegal.

“Jadi, propaganda yang di­lakukan dengan menyebutkan bahwa itu adalah agen intelijen dari TNI itu sama sekali tidak benar,” tegas Frega.

Menurutnya, keberadaan TNI di Papua merupakan wujud ke­hadiran negara melalui berbagai pendekatan, seperti peningkatan kesejahteraan, pendidikan, eko­nomi dan keamanan. Kehadiran TNI tersebut juga ditujukan se­bagai respons terhadap aktivitas OPM.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Kristo­mei Sianturi mengecam keras aksi kekerasan di Papua tersebut.

“Ini bentuk nyata pelanggaran HAM berat yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tuturnya.

Dia juga menepis ada prajurit TNI yang menyamar menjadi pendulang emas di Kabupaten Yahukimo. Semua korban yang tewas merupakan warga sipil.

Baca juga : Momentum Benahi Tata Niaga Impor

“Tidak ada prajurit TNI yang gugur hingga informasi ini disampaikan,” tegasnya.

Kristomei mengatakan, klaim adanya prajurit TNI yang dibunuh oleh OPM merupakan bagian dari propaganda yang disebarkan. Ini bentuk manipulasi informasi untuk mencari pembenaran atas tindakan brutal mereka.

“OPM telah nyata-nyata melakukan tindak kejahatan kemanu­siaan terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah,” ujarnya.

Menurut Kristomei, TNI akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengejar, mencari pelaku ke­jahatan kemanusiaan dan memastikan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom mengklaim telah membunuh 1 anggota intelijen TNI di Ko­rowai, Papua.

“Kami berhasil melakukan pembunuhan terhadap 1 anggota TNI yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal di Kali Merah, Korowai, Yahukimo,” bebernya. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 12 April 2025 dengan judul "Pemerintah Tak Berikan Ruang Bagi Pelaku Teror"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.