RM.id Rakyat Merdeka - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai merancang masa depan pensiun lebih dini, antara lain melalui kegiatan usaha dan investasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan setelah purna tugas.
“Setiap anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) jika diberi umur panjang dan kesehatan akan menghadapi masa pensiun. Maka, persiapan sebaiknya dilakukan sejak 5–10 tahun sebelumnya. Jangan menunggu akhir masa jabatan,” ujar Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh dalam acara Talk Show Interaktif ASN Cerdas Finansial: Merancang Masa Depan Pensiun yang Sejahtera, Jumat (25/7/2025).
Dalam forum tersebut, Zudan juga menekankan perlunya kebijakan afirmatif untuk kelompok lansia, termasuk revisi atas Undang-Undang Pensiun dan Undang-Undang Perlindungan Lansia.
Baca juga : Soal Pemilihan Kepala Daerah, Golkar Sedang Kaji 2 Opsi
Menurutnya, pelayanan terhadap pensiunan, kudu mencakup kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, keuangan, dan administrasi publik.
Acara yang digelar secara daring dan luring itu dihadiri Wakil Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto, Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah dan Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman.
Sejumlah pejabat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Arsip Nasional, Lembaga Administrasi Negara, serta pengurus Korpri di berbagai instansi juga hadir.
Baca juga : Kejagung Tunggu Salinan Lengkap
Talk show ini terselenggara atas kerja sama Korpri BKN dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Selain edukasi keuangan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelepasan 58 pegawai BKN yang memasuki masa pensiun tahun ini ke dalam keanggotaan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).
Ada tiga pokok pembahasan utama yang diangkat dalam diskusi tersebut. Yaitu, literasi keuangan, kisah inspiratif para pensiunan BKN, serta kemudahan pembiayaan pasca pensiun. Tujuannya, untuk memperkuat kesiapan ASN mengelola masa transisi setelah purnabakti.
Dalam kesempatan itu, Zudan menyampaikan pentingnya peran BKN untuk menjadi sosok “bapak” bagi ASN Indonesia.
Baca juga : Bakal Calon Ketua Mulai Unjuk Kekuatan
“Sosok bapak itu mengayomi, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. BKN harus hadir sebagai institusi yang responsif terhadap seluruh kebutuhan ASN,” katanya.
Birokrat asal Yogyakarta itu mengatakan, tugas BKN bukan sebatas administratif, melainkan mencakup pembinaan karier dan pengembangan potensi ASN secara menyeluruh.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.