Dark/Light Mode

Geber Program Listrik Desa Hingga Ke Pelosok Negeri

Bahlil Bakal Bikin Pulau Papua Terang 24 Jam

Sabtu, 26 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Direktur Utama PLN Dar­mawan Prasodjo meninjau pelaksanaan Program Listrik Perdesaan (Lisdes), mulai dari Desa Tindaret di Kepulauan Yapen hingga Pulau Owi di Biak Numfor, Papua, Kamis (24/7/2025). (Foto: Instagram/bahlillahadalia)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Direktur Utama PLN Dar­mawan Prasodjo meninjau pelaksanaan Program Listrik Perdesaan (Lisdes), mulai dari Desa Tindaret di Kepulauan Yapen hingga Pulau Owi di Biak Numfor, Papua, Kamis (24/7/2025). (Foto: Instagram/bahlillahadalia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan program listrik desa (lisdes) telah menjangkau seluruh pelosok negeri. Termasuk desa-desa terpencil di Papua. Di Bumi Cenderawasih, Pemerintah tak mau setengah-setengah, listrik harus menyala 24 jam.

Untuk memastikan langsung kondisi di lapangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi sejumlah desa terpencil. Dari Desa Tindaret di Kepulauan Yapen hingga Pulau Owi di Kabupaten Biak Numfor.

“Saya ingin dengan listrik ini masuk, maka anak-anak kita sekolah bisa memakai teknolo­gi,” kata Bahlil, seperti dikutip Jumat (25/7/2025).

Baca juga : Pramono Dukung Penuh Penyidikan Beras Oplosan

Di Desa Tindaret, aliran lis­trik kini sudah menyambung ke Sekolah Dasar Negeri Kiriyow. Penyediaan listrik ini menjadi bagian dari program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembe­lajaran yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Program lisdes di wilayah Yapen Utara tak hanya bikin lampu menyala, tapi juga membuka jalan bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Selanjutnya, Bahlil bergerak ke Pulau Owi. Selama ini, masyarakat hanya kebagian listrik 12 jam sehari dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Baca juga : Chikita Meidy, Suami Sudah Nyerah Jalani Rumah Tangga

Bahlil menegaskan perlunya peningkatan kapasitas pem­bangkit dan penambahan tangki bahan bakar, agar listrik menyala penuh sehari semalam.

“Pemerintah dan PLN siap menjalankan apa yang diminta oleh Bapak, Ibu, saudara-sau­dara yang ada di pulau ini, agar listrik menyala 24 jam,” ujar Bahlil.

Berdasarkan roadmap Lisdes Papua 2025–2029 yang disusun Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero), akses listrik di Kepu­lauan Yapen dan Biak Numfor akan ditingkatkan melalui per­luasan jaringan, pembangunan mini grid dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual dengan baterai.

Baca juga : Gibran Happy, Banyak Anak Muda Peduli Lingkungan

Kementerian ESDM menegas­kan komitmennya berkolaborasi dengan PLN dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini diharapkan bisa menuntaskan tantangan elektrifikasi di Papua dan mewu­judkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.