RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan, pendidikan anti-korupsi merupakan instrumen penting dalam membangun karakter bangsa yang berintegritas. Namun, upaya ini tidak bisa dijalankan sekolah sendirian. Kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito mengatakan, pendidikan anti-korupsi adalah salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi bangsa yang bermoral.
Karena itu, satuan pendidikan memiliki peran strategis menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik sejak dini agar terbangun karakter yang kuat.
Meski demikian, Warsito mengingatkan, pendidikan antikorupsi tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah bila tujuan akhirnya adalah pembentukan karakter. Diperlukan pendekatan menyeluruh dan pelibatan berbagai elemen masyarakat.
Baca juga : Demokrat Konsisten Pilih Pilkada Langsung
“Pendidikan (untuk membangun) karakter butuh kolaborasi semua pihak. Tidak hanya sekolah, tapi juga orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan sosial harus memberi contoh nyata dalam menjunjung kejujuran,” ujar Warsito dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris itu meyakini, jika semua pihak bergerak bersama, maka akan lahir generasi bangsa yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi.
Direktur Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Nurma Midayanti mengamini pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Utamanya lingkungan keluarga sebagai ekosistem pertama pembentukan karakter.
“Kita memang perlu memperkuat pendidikan antikorupsi sejak dini melalui keluarga serta mengedukasi orang tua dan wali murid tentang pentingnya parenting antikorupsi,” ujarnya.
Baca juga : Golkar Dan Demokrat Tegaskan Komitmen Kerja Untuk Rakyat
Baginya, membangun karakter antikorupsi melalui pendidikan sangat penting. Sebab, Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) tahun 2024 mendapat nilai 3,85. Mengalami sedikit penurunan sebesar 0,07 poin dibandingkan nilai IPAK tahun 2023 sebesar 3,92.
Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Sri Handoko Taruna mengungkapkan, kesiapan Pemerintah Daerah mendukung pendidikan antikorupsi dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Karena itu, dia meminta agar seluruh Pemerintah Daerah ikut mendorong pendidikan antikorupsi di wilayahnya masing-masing.
“Ancaman terhadap generasi muda itu nyata dan beragam. Mulai dari narkoba, krisis identitas hinga perilaku koruptif. Pemerintah Daerah tidak boleh diam. Pendidikan antikorupsi salah satu jawabannya,” ujarnya. SSL
Baca juga : KPK Akan Minta Keterangan Mantan Mendikbudristek
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 2 Agustus 2025 dengan judul "Bangun Karakter Jujur, Tanggung Jawab Dan Berintegritas, Pendidikan Anti Korupsi Ditanamkan Sejak Dini"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.