Dark/Light Mode

Pasar Taman Puring Tiga Kali Dilalap Api

Pencegahan Kebakaran Harus Terus Disosialisasikan

Sabtu, 2 Agustus 2025 06:50 WIB
Penampakan Pasar Taman Puring pasca kebakaran. (Foto: M Qori Haliana/RM)
Penampakan Pasar Taman Puring pasca kebakaran. (Foto: M Qori Haliana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar Taman Puring sudah tiga kali dilalap api. Hal ini menunjukkan lemahnya sistem pencegahan kebakaran. Revitalisasi pasar ini diharapkan bukan sekadar merenovasi bangunannya, tetapi juga memperbaiki sistem kelistrikannya.

Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta didesak untuk mengaudit infrastruktur kelistrikan dan sistem pencegahan kebakaran di seluruh pasar tradisional.

Desakan ini muncul setelah kebakaran besar menghangus­kan 500 kios di Pasar Taman Puring, Senin (28/7/2025).

Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mujiyono menyampaikan keprihati­nannya atas insiden tersebut. “Keprihatinan mendalam atas kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Taman Puring,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Baca juga : Steffi Zamora, Pamer Foto Tunangan

Menurut Mujiyono, hangus­nya ratusan kios itu bisa meng­ganggu stabilitas ekonomi. Karena itu, ia meminta Pemprov segera mencarikan lokasi alter­natif untuk pedagang terdampak.

“Pemulihan ekonomi harus dimulai secepatnya. Data peda­gang terdampak juga harus di­dokumentasikan secara akurat,” tegasnya.

Ketua Partai Demokrat DKI ini menilai, kebakaran menunjukkan lemahnya sistem pencegahan kebakaran di pasar tradisional.

Ia mendesak audit menyelu­ruh terhadap instalasi listrik di seluruh pasar rakyat di Jakarta, segera dilakukan.

Baca juga : Rapat Malam-malam, Prabowo Keras ke Pengoplos Beras

“Instalasi listrik kios dan sa­rana proteksi kebakaran, seperti alarm, pemutus arus listrik mini (MCB), dan alat Pemadam Api Ringan (APAR), harus menjadi standar wajib,” katanya.

Sebagai catatan, APAR harus tersedia dan dapat diakses di setiap kios maupun titik strategis pasar.

Mujiyono juga menyoroti desain pasar yang belum menja­min keselamatan publik. Menu­rutnya, pasar perlu dirancang dengan lorong yang cukup untuk mobil pemadam kebakaran (Damkar), ventilasi yang me­madai, serta material bangunan yang tahan api.

Soal edukasi, Mujiyono me­nyarankan agar pedagang rutin dilatih dalam penanganan ke­bakaran. Dia mengingatkan, ke­bakaran serupa pernah terjadi di Pasar Taman Puring sebelumnya.

Baca juga : Dapat Banyak Kritikan, PPATK Buka Blokir 28 Juta Rekening

“Sudah saatnya dipertimbang­kan opsi relokasi pedagang ke tempat yang lebih aman, atau pembangunan ulang dengan sistem keselamatan modern,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen men­dorong reformasi regulasi pengelolaan pasar tradisional di Jakarta. “Penekanan pada keselamatan, pemantauan rutin, dan akuntabilitas pengelola terhadap standar teknis minimum harus menjadi prioritas,” tandasnya.

Anggota Komisi A DPRD lainnya, Kevin Wu, turut angkat bicara. Dia menilai, kebakaran Taman Puring menunjukkan be­lum adanya evaluasi menyeluruh.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.