BREAKING NEWS
 

Pekerja ART & Baby Sitter Menangis Haru, Dapat Kunci Rumah Subsidi Dari Prabowo

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Jumat, 29 Agustus 2025 19:19 WIB
Menteri PKP, Maruarar Sirait memeluk Ibu Soimah, seorang baby sitter saat menerima kunci rumah subsidi dari Pemerintah di Jakarta, Jumat (29/8/2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah aksi demo buruh dan ojek online, kebahagiaan justru menyelimuti Ibu Heni Purwaningsih (49), seorang asisten rumah tangga (ART). Ia menangis haru dan bahagia  setelah menerima kunci rumah subsidi dari Pemerintah.

Heni tak menyangka bisa punya rumah sendiri dengan harga terjangkau dan kualitas layak. Hal serupa dirasakan Ibu Soimah, seorang baby sitter, serta Ibu Ratih Pratiwin, satpam perempuan.

"Kami sangat bahagia. Sekarang saya dan anak-anak bisa tinggal di rumah sendiri tanpa ngontrak lagi. Proses KPR FLPP cepat, kualitas bangunan bagus, airnya juga lancar dan bening. Terima kasih Presiden Prabowo dan Pak Menteri PKP," kata Soimah usai menerima kunci rumah dari Menteri PKP, Maruarar Sirait di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Baca juga : Lagi, PKP Bikin Terobosan Baru: Bank Swasta Bangun Rumah Subsidi Non-FLPP

Menteri Ara, sapaan Maruarar Sirait, ikut terharu melihat pekerja informal, seperti ART dan baby sitter bisa menikmati rumah subsidi.

Adsense

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, saya diperintahkan membantu masyarakat kecil mendapat rumah subsidi, seperti ART, sopir, baby sitter, office boy, office girl, hingga pekerja informal lainnya,” jelas Ara.

Dalam acara serah kunci rumah subsidi ini, Menteri PKP mengatakan, program rumah untuk ART sudah lama disiapkan dengan desain pemerataan bagi semua segmen pekerja.

Baca juga : Wamenaker Noel Ngarep Dapat Amnesti dari Presiden Prabowo

“Di zaman Presiden Prabowo, ART bisa punya rumah subsidi. Mereka menangis bahagia karena tak pernah membayangkan punya rumah. Saya diperintah langsung untuk urus rakyat kecil. Sebagai menteri, saya tak punya visi misi lain selain menjawab kebutuhan rumah lewat rumah subsidi sebagai program utama presiden,” tegasnya.

Sementara Ketua BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menambahkan, kuota rumah untuk ART disiapkan sekitar 2–3 ribu unit. 

“Sifatnya fleksibel. Sekarang paling besar kebutuhan rumah ada di tenaga kerja atau buruh, dari kebutuhan 20 ribu rumah, sekarang dinaikkan jadi 50 ribu unit,” jelas Heru.

Baca juga : Paskibraka 2025 Bangga Kibarkan Merah Putih di Hadapan Presiden Prabowo

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini menjadi upaya Pemerintah mengurangi backlog perumahan yang masih 9,9 juta unit. Skema ini memberi akses rumah subsidi lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk pedagang, petani, nelayan, marbot masjid, hingga pemulung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense