Dark/Light Mode

Lagi, PKP Bikin Terobosan Baru: Bank Swasta Bangun Rumah Subsidi Non-FLPP

Senin, 25 Agustus 2025 13:14 WIB
Menteri PKP, Maruarar Sirait bersama Putri Bung Hatta, Meutia Hatta (kedua dari kanan) dan para tokoh senior perumahan usai ziarah dan tabur bunga  di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (24/8/2025). Ziarah dilakukan dalam rangka Hari Peringatan Rumah Nasional 2025.
Menteri PKP, Maruarar Sirait bersama Putri Bung Hatta, Meutia Hatta (kedua dari kanan) dan para tokoh senior perumahan usai ziarah dan tabur bunga di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (24/8/2025). Ziarah dilakukan dalam rangka Hari Peringatan Rumah Nasional 2025.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus melakukan terobosan baru untuk mempercepat program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. 

Selain skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, PKP akan melibatkan  bank swasta dalam pembangunan rumah subsidi tanpa menggunakan dana negara dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca juga : Kejar Target, PKP Perbesar Kuota Rumah Subsidi Buruh Jadi 50 Ribu Unit

"Kami sedang berkoordinasi dengan bank swasta supaya mereka bisa berbaginomic membangun rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tanpa menggunakan FLPP. Tanpa dibantu uang negara ya. Mohon doa agar terobosan ini bisa berjalan baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat kecil,"ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait usai ziarah dan tabur bunga di makam Bung Hatta, TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran negara, khususnya di sektor perumahan, angka backlog perumahan masih tinggi dan kuota FLPP terus meningkat dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit pada tahun ini, dibutuhkan kerja sama dengan swasta. Hal ini, katanya, penting untuk mendukung realisasi program 3 juta rumah, baik pembangunan baru maupun renovasi.

Baca juga : Gaet PKP, Apersi Dorong Skema Sewa Beli Rumah Subsidi Untuk MBR

"Terobosan baru seperti ini sangat penting, selain membantu negara juga membangun semangat gotong royong antar stakeholder perumahan  termasuk pengembang dan perbankan swasta, untuk untuk berbaginomics bersama-sama menyukseskan program rumah bagi masyarakat kecil,” katanya.

Ara, sapaan Maruarar Sirait ini menambahkan, langkah baru ini akan melengkapi program yang sudah berjalan, seperti KPR FLPP rumah subsidi dengan bunga rendah serta pembebasan BPHTB, PPN, dan PBG. Meski masih tahap penjajakan, Ara optimis program ini dapat berhasil.

Baca juga : PTP Nonpetikemas Bantu Sarana Rumah Autis Di Tanjung Priok

“Dalam keterbatasan anggaran negara, inovasi sangat diperlukan untuk mewujudkan program strategis nasional ini. Tujuannya adalah mengurangi angka backlog perumahan, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor konstruksi dan tenaga kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau, baik di perkotaan, pedesaan maupun wilayah pesisir,” tuturnya

Berdasarkan data BP Tapera, progres capaian FLPP tahun 2025 mulai 1 Januari hingga 22 Agustus 2025 telah menembus angka 158.641 unit atau 45 persen dari target 350.000 unit rumah. Di tahun depan akan dinaikkan kuota FLPP menjadi 500 ribu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.