RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam.
Usai pertemuan, Mensos menyampaikan sejumlah arahan Presiden dalam pertemuan itu. Kata Mensos, kementeriannya diminta untuk melakukan koordinasi lebih lanjut soal bantuan sosial (bansos) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selain itu, Prabowo meminta data penerima diperbaiki supaya bantuan benar-benar jatuh ke rakyat miskin yang berhak.
Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 5 sore. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu tampil rapi dengan kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dipadu dengan peci hitam. Kacamata bening berbingkai tipis menghias wajahnya.
Baca juga : Kementrans Perketat Pengawasan Anggaran
Saat disapa wartawan soal kehadirannya, Gus Ipul mengatakan dipanggil Prabowo untuk melaporkan soal bansos. Dia mengatakan, pemerintah terus memperketat penyaluran bansos agar benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Setelah itu, Gus Ipul bergegas masuk ke Istana.
Tak lama berselang, giliran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang datang. “Mau melaporkan apa, Pak Menteri?,” tanya awak media. Purbaya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Dia bilang gak ada yang dilaporin. Namun, dia mengaku sudah siap jika ditanya presiden soal APBN.
“Akan saya jelaskan sedikit. Tapi nggak ada yang spesifi k,” kata Purbaya.
Baca juga : Muhammadiyah Usulkan Sistem Proporsional Moderat
Dua jam berselang, Gus Ipul muncul dari balik pintu lalu memberikan keterangan pers. Hari sudah gelap. Kepada wartawan, Gus Ipul menyampaikan sejumlah arahan Prabowo dalam pertemuan tersebut. Kata dia, tidak akan ada bansos yang dikurangi, tapi malah akan ditambah untuk mereka yang benar-benar berhak. Kemensos akan berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk memperkuat program yang menjadi bagian dari penyaluran bansos.
“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagaimana arahan Presiden untuk memperkuat program-program yang memang jadi bagian dari penyaluran bansos seperti permakanan untuk lansia terlantar di atas 75 tahun,” katanya.
Gus Ipul juga menyebutkan untuk program permakanan dua kali sehari untuk 35 ribu penyandang disabilitas. Termasuk juga program pemberdayaan yang menjadi atensi Presiden. Ia ingin KPM bansos tidak demotivasi. Gus Ipul mengatakan, pemerintah ingin bansos dipahami sebagai sifatnya sementara, lalu setelah itu lanjut program pemberdayaan.
Baca juga : PDI Perjuangan Pecat Anggota DPRD Gorontalo
“Bansos itu sementara, pemberdayaan itu selamanya. Kami dapat arahan Presiden agar kita juga memperkuat pemberdayaan ini,” kata Gus Ipul.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.