Sebelumnya
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Agustomi Masik mengatakan, Pemerintah berharap seluruh kebutuhan bahan baku Program MBG dapat disuplai langsung dari desa.
“Dengan begitu, ekonomi desa tidak bocor ke luar dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” ucapnya.
Baca juga : Dua Anggota DPR Rebutan Kursi Ketua Golkar Riau
Menurutnya, selama ini ekonomi desa kerap “bocor” karena hasil produksi lebih banyak dijual ke luar wilayah. Melalui MBG, hasil produksi desa diharapkan terserap langsung di tingkat lokal. Program ini juga menjadi momentum memperkuat rantai produksi pangan di desa, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama penyedia bahan baku pangan.
Menurutnya, MBG harus dipandang lebih luas, bukan sekadar program gizi, melainkan sebagai instrumen pembangunan desa terpadu yang melibatkan sektor ekonomi, pertanian, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga : Perjuangkan PT 0 Persen, Partai Buruh Nyatakan Belum Lempar Handuk
“Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai penyuplai bahan baku MBG. Desa-desa harus mampu menjadi pemasok pangan untuk program ini,” katanya. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 18 Oktober 2025 dengan judul "Optimalkan Potensi Daerah, Mendes Dukung MBG Melalui Desa Tematik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.