RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mendorong Gerakan Pramuka menjadi pelopor pendidikan karakter yang aktif dalam mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta memperkuat kesehatan mental peserta didik.
Hal itu disampaikan Fajar saat membuka kegiatan Perkemahan Anak Indonesia Hebat, yang digelar Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikdasmen, Rabu (22/10), di Purwakarta.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa penggalang dari Kabupaten Purwakarta, Subang, dan Karawang, serta dihadiri oleh pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Menurut Fajar, maraknya kasus perundungan di dunia pendidikan menuntut langkah konkret dari seluruh pihak di lingkungan sekolah.
Baca juga : Inovasi Elnusa Dongkrak Produksi Minyak di Lapangan PHR Zona 1
“Riset menunjukkan sekitar 45 persen anak sekolah pernah mengalami perundungan. Banyak kasus bahkan berdampak pada depresi dan gangguan kesehatan mental. Karena itu, insan Pramuka harus menjadi pelopor pendidikan yang menumbuhkan empati dan semangat saling menghargai di antara siswa,” ujar Fajar.
Ia menegaskan, kegiatan kepramukaan merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada pembentukan karakter. “Pramuka sejak awal adalah gerakan pendidikan nonformal yang menumbuhkan nilai kemanusiaan, kedisiplinan, dan kerja sama. Di tengah tantangan era digital, kegiatan di luar ruangan yang menjadi ciri khas Pramuka dapat mengembalikan keseimbangan fisik dan mental anak-anak kita,” tambahnya.
Fajar juga mengajak seluruh anggota Pramuka menjadi agen perdamaian di sekolah serta pelindung bagi teman-teman yang menjadi korban perundungan. “Kalau ada perundungan, jangan diam. Anggota Pramuka harus berani speak up, melindungi yang lemah, dan membangun budaya saling menghargai,” tegasnya.
Menurutnya, semangat patriotisme anak muda masa kini bukan lagi melawan penjajah, tetapi melawan budaya kekerasan, perundungan, dan kecanduan gawai yang merusak masa depan generasi bangsa.
Baca juga : Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat
Selain itu, Fajar menekankan pentingnya pendekatan konseling sebaya (peer counseling) dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mencegah serta menangani kasus perundungan di sekolah. “Anak-anak sering kali lebih nyaman berbagi cerita kepada teman sebaya. Karena itu, sekolah perlu mengembangkan sistem peer counseling yang membangun saling kepedulian di antara siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen terus memperkuat kebijakan penguatan guru Bimbingan Konseling (BK) dan meningkatkan kapasitas guru agar mampu memberikan dukungan konseling dasar kepada peserta didik.
“Saat ini Guru BK diperkuat, dan seluruh guru dibekali keterampilan dasar konseling agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen (Purn) Bahtiar, menyambut baik kegiatan tersebut.“Ini merupakan sinergi yang baik antara Kemendikdasmen dan Kwarnas Pramuka untuk memperkuat karakter dan kepemimpinan peserta didik,” ujarnya.
Baca juga : Fary Francis Ajak AS Buka Kantor Perwakilan Perdagangan Pertama di Batam
Menutup sambutannya, Fajar menegaskan bahwa sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, setiap satuan pendidikan diwajibkan menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler berbasis kepanduan. “Kepanduan adalah bagian integral dari pendidikan karakter bangsa. Melalui Pramuka, anak-anak belajar disiplin, jujur, tangguh, mandiri, dan berempati nilai-nilai utama menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.