Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fary Francis Ajak AS Buka Kantor Perwakilan Perdagangan Pertama di Batam
Jumat, 17 Oktober 2025 19:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mendorong pembukaan kantor perwakilan perdagangan Amerika Serikat (AS) pertama di Batam. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan perdagangan dan investasi internasional di kawasan strategis tersebut.
Usulan itu disampaikan Fary saat menerima kunjungan Senator Negara Bagian Arizona, yang tengah melakukan lawatan kerja ke Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomasi perdagangan.
Menurut Fary, kehadiran kantor perwakilan perdagangan AS akan menjadi terobosan strategis dalam memperkuat posisi Batam sebagai gerbang perdagangan internasional Asia Tenggara.
Baca juga : Patrick Kluivert: Terima Kasih Untuk Perjalanan Tak Terlupakan Ini
“Kami ingin Batam menjadi rumah kedua bagi pelaku usaha Amerika yang ingin menjangkau pasar ASEAN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fary menegaskan bahwa Batam tengah diarahkan menjadi kawasan ekonomi masa depan.
“Batam will become a role model for economic growth. And also, President Prabowo direct to us how to simplify regulation and license (Batam akan menjadi contoh bagi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Presiden Prabowo telah mengarahkan kami untuk menyederhanakan regulasi dan perizinan," ucapnya.
Baca juga : DPD Yakin Kebijakan Prabowo Lahirkan Pemerataan Dan Kemandirian Ekonomi
Fary menjelaskan, transformasi Batam menuju kawasan investasi terintegrasi mendapat dukungan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tengah melakukan reformasi regulasi, memberikan insentif pajak, serta mempermudah proses ekspor-impor sebagai bagian dari strategi menjadikan Batam pusat logistik dan manufaktur kelas dunia.
Ia juga menyoroti potensi besar sektor maritim Batam yang menjadi tulang punggung perdagangan internasional.
“We have 35 shipyard industry, 65 percent of Indonesia’s shipyard industry are in Batam. President supports us to optimize and develop all the strategic sectors in Batam (Kami memiliki 35 industri galangan kapal, dan 65 persen industri galangan kapal Indonesia berada di Batam. Presiden mendukung kami untuk mengoptimalkan dan mengembangkan seluruh sektor strategis di Batam)," terangnya.
Baca juga : Cegah Stunting, Nestlé Indonesia Gelar Program Pendampingan Gizi Di Batang
Data BP Batam menunjukkan, aktivitas perdagangan luar negeri Batam terus meningkat pesat. Pada paruh pertama 2025, nilai ekspor Batam mencapai 9,6 miliar dolar AS, naik 27,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor tumbuh 29,8 persen menjadi 7,2 miliar dolar AS. Lonjakan ini mencerminkan tingginya keaktifan industri dan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Batam sebagai pusat perdagangan regional.
Fary optimistis, pembukaan kantor perdagangan Amerika di Batam akan menjadi langkah penting dalam mempercepat konektivitas bisnis, menarik investasi baru, serta memperkuat kehadiran ekonomi Amerika di Asia.
“Kami ingin menjadikan Batam bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga jembatan strategis hubungan ekonomi Indonesia–Amerika,” pungkas Fary.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya