RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia mencatat sejumlah capaian penting dalam diplomasi investasi internasional sepanjang satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui pendekatan yang proaktif, kolaboratif, dan berorientasi hasil, Indonesia berhasil menyelesaikan berbagai perjanjian strategis yang memperkuat posisi ekonomi nasional di kancah global.
“Capaian ini menunjukkan efektivitas diplomasi investasi Indonesia dalam memperkuat integrasi ekonomi global di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Menurut Rosan, sejumlah perjanjian investasi yang berhasil diselesaikan meliputi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), serta Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia–Kazakhstan dan Indonesia–Timor-Leste.
Rosan menjelaskan, penyelesaian Investment Protection Agreement dalam kerangka IEU-CEPA menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi investasi Indonesia. Perjanjian tersebut secara substantif telah disepakati dan ditandatangani pada 23 September 2025, sebagai tindak lanjut kesepakatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Juli lalu.
“IEU-CEPA menghapus hambatan tarif lebih dari 98 persen pos tarif dan menciptakan kawasan ekonomi terintegrasi dengan populasi lebih dari 700 juta jiwa,” ujar Rosan.
Baca juga : Riset IDSIGHT: Setahun Pemerintahan, Penilaian Positif Prabowo Capai 77,9 Persen
Perjanjian ini diharapkan dapat menggandakan nilai perdagangan bilateral dari 30 miliar dolar AS menjadi 60 miliar dolar AS, serta menarik investasi Eropa ke Indonesia, termasuk pada sektor manufaktur bernilai tambah, energi terbarukan, teknologi hijau, dan jasa profesional.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyatakan komitmennya untuk mendorong diversifikasi investasi Eropa ke kawasan Asia dengan menjadikan Indonesia sebagai mitra utama.
Selain Uni Eropa, Indonesia juga menyelesaikan Investment Chapter dalam perjanjian ICA-CEPA yang ditandatangani pada 24 September 2025 di Ottawa. Perjanjian ini memberikan dasar hukum yang kuat bagi peningkatan investasi bilateral yang seimbang antara perlindungan investor dan kedaulatan regulasi nasional.
Rosan menyebut, implementasi ICA-CEPA berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia hingga 11,8 miliar dolar AS, menambah pertumbuhan PDB sebesar 0,12 persen, dan menaikkan investasi hingga 0,38 persen.
“Fokus investasi Kanada di Indonesia akan diarahkan pada sektor energi baru terbarukan, infrastruktur listrik, transportasi hijau, dan pengelolaan limbah,” kata Rosan.
Baca juga : LSDI: Pembenahan Polri Dimulai dari Dalam
Sejumlah misi dagang juga telah dijadwalkan, di antaranya Power Generation and Clean Energy Trade Mission pada akhir 2025 dan Waste-to-Energy Mission pada Januari 2026.
Capaian diplomasi investasi Indonesia juga meluas ke kawasan Asia. Pada 27 September 2025, Indonesia dan Timor-Leste menandatangani BIT pertama yang memperkuat perlindungan investasi bilateral. Pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan nota kesepahaman kerja sama teknis dengan lembaga TradeInvest Timor-Leste.
Perjanjian ini memberi jaminan hukum bagi investasi perusahaan Indonesia di Timor-Leste, yang saat ini didominasi BUMN dengan nilai total mencapai 1,44 miliar dolar AS. Investasi tersebut mencakup sektor telekomunikasi, energi, dan perbankan.
Sementara itu, di kawasan Asia Tengah, Indonesia dan Kazakhstan menyepakati BIT pada 23 Agustus 2025 untuk memperkuat perlindungan hukum bagi investor di kedua negara. Penandatanganan resmi direncanakan dilakukan pada akhir tahun ini atau saat kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Kazakhstan tahun depan.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM, Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., menyebut bahwa capaian diplomasi investasi ini mencerminkan kelincahan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang mampu beradaptasi dengan perubahan global.
Baca juga : Berkat Dukungan Pembiayaan BNI, Studio Animasi Malang Tembus Pasar Global
“Melalui pendekatan diplomasi investasi yang progresif dan terukur, Indonesia kini semakin diakui sebagai mitra strategis dalam membangun rantai nilai global yang berkelanjutan,” ujar Tirta.
Ia menegaskan pentingnya pengawalan implementasi berbagai perjanjian investasi agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Rosan menutup bahwa keberhasilan penyelesaian IEU-CEPA, ICA-CEPA, dan berbagai BIT tersebut merupakan bukti nyata kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjalankan diplomasi ekonomi yang mengedepankan prinsip “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.