BREAKING NEWS
 

Melihat Siswa Sekolah Rakyat Di Yogyakarta

Dulu Berkuku Mak Lampir, Sekarang Bersih Dan Pede...

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 10 November 2025 07:05 WIB
Sekelompok siswa Sekolah Rakyat Menengah atas (SRMA) 20 Sleman sedang membahas pelajaran dengan guru di taman pada Jumat (7/11/2025). (Foto: Dok. InfoPublik.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Baru empat bulan berjalan, perubahan sudah terlihat jelas di kalangan siswa. Penampilan mereka kini lebih rapi, bersih, dan yang paling mencolok, mulai tumbuh rasa percaya diri. Para siswa sudah berani bermimpi tinggi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak sejumlah media nasional, termasuk Rakyat Merdeka, meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada dua sekolah yang dikunjungi, yaitu Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul dan SRMA 20 Sleman.

Rombongan dipimpin Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Abdul Latief Siregar, bersama Plt. Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani.

Baca juga : Biaya Politik Mahal Sekali, Kondisi Keuangan Terbatas

Kunjungan pertama dilakukan ke SRMA 19 Bantul, yang berlokasi di Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Bantul, pada Kamis (6/11/2025). Sekolah ini dulunya merupakan balai pelatihan milik Kementerian Sosial, sehingga bangunannya kokoh dan terawat baik.

Berdiri di atas lahan seluas lima hektare, SRMA 19 Bantul memiliki sarana lengkap dengan lingkungan yang asri. Fasilitasnya meliputi ruang kelas, asrama, ruang makan, aula, tempat ibadah, serta lapangan voli untuk kegiatan olahraga. Saat ini, SRMA 19 Bantul menampung sekitar 200 siswa, terdiri dari 116 perempuan dan 84 laki-laki. Mereka adalah anak-anak dari keluarga tak mampu atau desil 1 dan 2.

Seluruh siswa di sini mendapatkan fasilitas belajar yang memadai, mulai dari seragam sekolah lengkap, yaitu seragam OSIS, dua stel pakaian olahraga, seragam Pramuka, dan sepatu. Para siswa juga mendapat jatah makan tiga kali sehari plus dua kali camilan. Tak hanya itu, para siswa juga mendapat fasilitas teknologi pendukung. Setiap siswa akan mendapatkan laptop. “Laptop sudah datang minggu kemarin. Saat ini masih di-install, mungkin minggu depan sudah bisa dibagikan ke siswa,” ujar Wakil Kepala SRMA 19 Bantul, Alfian Ihsan Prayoga, saat mendampingi kunjungan media.

Baca juga : Prabowo: Berbuat Terbaik, Manusia Mati Tinggalkan Nama

Salah satu siswa, Dwi Hidayat, mengaku tak pernah menyangka fasilitas di Sekolah Rakyat begitu lengkap. Ia bersyukur bisa menempuh pendidikan tanpa harus membebani orang tuanya yang hidup sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara sang ibu sehari-hari memulung di sekitar kampung tempat mereka tinggal. Meski hidup pas-pasan, orang tuanya selalu menanamkan semangat belajar. “Pesan ayah dan ibu, sekolah harus sampai tamat. Kalau bisa, lanjut kuliah. Saya ingin jadi guru. Itu yang jadi motivasi saya untuk terus belajar dan membanggakan mereka,” tutur Dwi.

Sehari kemudian, rombongan melanjutkan kunjungan ke SRMA 20 Sleman. Sekolah yang berlokasi di wilayah utara Yogyakarta ini punya fasilitas yang lebih lengkap lagi. Setiap ruang kelas sudah dilengkapi pendingin ruangan (AC), proyektor, dan smart board untuk menunjang kegiatan belajar mengajar berbasis digital.

Tak hanya ruang belajar, asrama siswa juga terasa nyaman. Setiap kamar ber-AC, memiliki kamar mandi dalam, dan dihuni oleh dua hingga tiga orang siswa. Selain ruang belajar dan asrama, Sekolah Rakyat ini memiliki perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, aula pertemuan, musala, dan dapur umum.

Adsense

Baca juga : AMPG Jatim Targetkan Rekrut 100 Ribu Kader

Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, menceritakan perubahan besar yang terjadi pada para siswanya sejak empat bulan terakhir. Ia tak bisa menyembunyikan rasa bangga melihat perkembangan mereka. Perubahan paling mencolok, kata dia, terlihat dari fisik dan penampilan. Berat badan dan tinggi badan siswa meningkat pesat. “Hasilnya mencengangkan, rata-rata berat badan naik 5 sampai 11 kilogram hanya dalam empat bulan,” kata Reti sambil tersenyum menyambut rombongan media.

Reti menambahkan, para siswa juga sudah mulai terbiasa menjaga kebersihan diri. Kata dia, saat masuk banyak siswi yang datang dalam kondisi rambut berkutu, dan penularan sempat terjadi di asrama. Kini, semuanya sudah bersih dan terawat. Jatah perlengkapan kebersihan seperti perlengkapan mandi dan mencuci membantu para siswa menjaga kebersihan diri. “Sekarang semua siswa sudah cantik dan ganteng. Bahkan orang tua mereka sendiri sampai pangling,” ujar Reti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense