BREAKING NEWS
 

Groundbreaking 3 Lokasi, Menteri PKP Mulai Bangun Huntap Korban Banjir Di Sumut

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 21 Desember 2025 21:48 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berfoto bersama warga usai melakukan groundbreaking pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan longsor, di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (21/12/2025). Dok. PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Minggu (21/12/2025).

Groundbreaking digelar di tiga lokasi. Yaitu Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara. Warga calon penerima ikut hadir menyaksikan proses awal pembangunan.

Agenda dimulai di Tapanuli Tengah (Tapteng), kemudian berlanjut ke Kota Sibolga dan Tapanuli Utara (Taput). Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, dan Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat. Turut hadir pula perwakilan PLN dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saat acara groundbreaking berlangsung sejumlah alat berat mulai meratakan tanah sebagai tahap awal pembangunan. Maruarar yang akrab disapa Ara, menyampaikan, pembangunan huntap ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Ia berharap hunian bisa ditempati pada 21 Maret 2025.

Baca juga : FKMPI Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang

Maruarar menyampaikan apresiasi kepada instansi yang mendukung proses pembangunan, termasuk PLN dan BPKP. Ia juga memberikan semangat kepada warga terdampak agar tetap kuat menghadapi masa pemulihan.

“Tolong dikawal semuanya. Mudah-mudahan tanggal 21 Maret nanti semuanya sudah lancar dan selesai,” kata Maruarar.

Adsense

Dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @maruararsirait, Ara meminta dukungan masyarakat agar pelaksanaan berjalan tanpa hambatan. “Mohon doanya… Hari ini kami mulai pembangunan hunian tetap untuk saudara kita korban longsor,” ujarnya.

Dalam salah satu video yang diunggah, Ara memberikan semangat kepada warga, terutama para ibu penyintas longsor. “Ibu-ibu orang Batak kuat ya. Bangkit ya. Siap kita melewati ini,” katanya.

Baca juga : Kisah Sertu Giman, Berenang Sendiri Selamatkan 20 Korban Banjir di Aceh Tamiang

Semangat itu dibarengi langkah penanganan yang lebih luas. Pemerintah menargetkan seluruh dampak bencana dapat tertangani, mulai dari korban luka dan korban jiwa hingga kerusakan rumah warga. Untuk memperjelas pemulihan, kerusakan rumah dibagi dalam tiga kategori. Yaitu rusak ringan, rusak sedang, serta rusak berat atau hilang.

Pendataan telah dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Rumah kategori rusak ringan dan sedang akan memperoleh bantuan pembiayaan perbaikan.

Adapun rumah yang rusak berat atau hilang ditangani melalui penyediaan permukiman sementara, hunian sementara (huntara), hingga hunian permanen berupa hunian tetap (huntap).

Groundbreaking huntap di Sumut menjadi bagian dari dukungan pihak nonpemerintah yang digalang pemerintah melalui Kementerian PKP.

Baca juga : Partai Perindo Salurkan Sembako Dan Tenda Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 2.600 unit hunian di tiga provinsi: 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumut, dan 600 unit di Sumbar.

Seluruh program ini diharapkan menjadi percepatan pemulihan. Warga terdampak bukan hanya memperoleh tempat tinggal yang aman, tetapi juga peluang untuk kembali bangkit dan menjalani hidup yang lebih layak. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense