Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Sertu Giman, Berenang Sendiri Selamatkan 20 Korban Banjir di Aceh Tamiang
Sabtu, 20 Desember 2025 16:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Personel TNI, Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra, anggota Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117 Aceh Tamiang, rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan warga, saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada 26 November lalu. Giman berenang sendirian, mondar-mandir di tengah arus deras, mengevakuasi sekitar 20 orang. Alasannya sederhana: hati nurani.
Sebagai seorang prajurit, Giman merasa memiliki kekuatan dan kemampuan. Namun lebih dari itu, sebagai manusia biasa, Giman juga memiliki perasaan dan empati. Naluri kemanusiaannya bangkit, saat tetangga-tetangganya berteriak meminta pertolongan di tengah kepungan air bah.
Usai memastikan keluarganya berada di tempat yang lebih tinggi dan aman, Giman langsung kembali ke rumah-rumah yang terendam. Berenang bolak-balik, Giman mengevakuasi warga satu per satu. Dia menggunakan ban bekas yang dipinjam dari tetangganya, sebagai alat bantu. Dengan kegigihan dan keberaniannya, Giman berhasil menyelamatkan lansia, anak-anak, hingga balita.
Baca juga : Partai Perindo Salurkan Sembako Dan Tenda Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang
“Saya sebagai manusia, ya punya hati nurani lah. Saya korbankan nyawa. Insya Allah memang saya sanggup. Makanya, saya nekat tolong mereka semua,” ungkap Giman saat ditemui di sekitar rumahnya di Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025).
Giman mengaku mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya, agar proses evakuasi berjalan hingga tuntas. Kondisi fisiknya saat itu nyaris tak sanggup menahan lelah.
Baca juga : BNPB Dan Pertamina Gelar Trauma Healing Anak Aceh Tamiang
“Saya waktu itu mau pingsan rasanya. Tapi saya minta pertolongan. Ya Allah, berilah aku kekuatan. Di situ, timbul lagi semangat saya,” kenangnya.
Nyaris tanpa istirahat, Giman terus berenang. Mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam air hingga lebih dari empat meter. Setelah menjemput warga, Giman naik ke atap seng, lalu kembali lagi ke arus banjir.
“Terus, terus, terus sampai selesai. Sekitar jam lima sore baru benar-benar selesai,” ujarnya.
Baca juga : Bersama Danantara, Pertamina Gercep Pasok Energi Dan Bantuan Ke Aceh Tamiang
Di tengah upaya penyelamatan itu, Giman juga sempat menolong sesama anggota TNI yang hanyut bersama anaknya, dengan alat seadanya. Ketika ban yang dipakainya harus dikembalikan kepada pemiliknya, Giman tak berhenti. Sebagai gantinya, Giman menggunakan rakit darurat dari jerigen untuk melanjutkan evakuasi.
“Ban dan pelampung sudah diambil yang punya. Jadi, waktu itu saya menyelamatkan empat orang. Termasuk, anak tentara dan bapaknya, pakai rakit dari jerigen,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya