BREAKING NEWS
 

Kemendes PDT Gandeng Thara Jaya Niaga Wujudkan Petani Sejahtera Lewat T1P4K

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 24 Desember 2025 12:53 WIB
Foto: Kemendes PDT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjalin kemitraan strategis dengan PT Thara Jaya Niaga melalui penandatanganan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong lompatan produktivitas pertanian desa melalui pemanfaatan teknologi padi Tanam 1 Kali Panen 4 Kali (T1P4K).

PT Thara Jaya Niaga sebagai pemegang hak paten teknologi T1P4K menghadirkan metode budidaya padi yang memungkinkan petani melakukan satu kali tanam dengan hasil panen hingga empat kali dalam setahun.

Inovasi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan pola tanam konvensional yang selama ini diterapkan di Indonesia, bahkan melampaui teknologi padi abadi di China yang hanya menghasilkan dua kali panen per tahun.

Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor pertanian.

Baca juga : Kemenkop Dan Kemenag Sepakat Berdayakan Ekonomi Umat Lewat Koperasi Ponpes & Masjid

“Semoga kerja sama ini dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan para petani serta kesejahteraan desa,” jelas Riza Patria kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dihadirkan dalam kerja sama tersebut.

“Kami di Kemendes sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dan terobosan yang membanggakan ini,” sambungnya.

Adsense

Riza menjelaskan, teknologi T1P4K telah diuji coba di lahan seluas 500 hektare. Nantinya, penerapannya akan diperluas hingga 30.000 hektare dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, dalam kurun waktu empat tahun mendatang, pemerintah menargetkan pengembangan teknologi ini mencapai satu juta hektare yang melibatkan 19 kabupaten dan sekitar 44.000 petani di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Pemda Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Aceh

“Jika ini terwujud dan melibatkan masyarakat desa serta BUMDes di seluruh Indonesia, dampaknya akan luar biasa bagi pendapatan petani. Masyarakat desa akan terlibat mulai dari proses tanam hingga investasi produk hasil pertanian,” tuturnya.

Di sisi lain, Direktur PT Thara Jaya Niaga Diyan Anggraini menegaskan bahwa teknologi T1P4K tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi desa.

“Dengan inovasi ini, otomatis akan meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat desa. Sekaligus juga meningkatkan pendapatan BUMDes yang berdampak pada kenaikan PADes,” ujar Diyan.

Ia menambahkan, peningkatan produktivitas pertanian dari desa akan menjadi fondasi penting bagi pencapaian swasembada pangan nasional, pengendalian inflasi, serta peningkatan ekspor melalui program hilirisasi pertanian.

Selain fokus pada sektor bisnis, PT Thara Jaya Niaga juga membawa misi sosial dan kebangsaan. Perusahaan ini merencanakan program pemulihan ekonomi di tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi pada kuartal pertama tahun 2026.

Baca juga : BERSATU di Tangerang Raya Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Lewat Futsal

Keunggulan program T1P4K terletak pada pendekatan yang komprehensif, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, pembayaran upah bagi penggarap, hingga pelibatan pemuda desa terlatih sebagai duta atau brand ambassador teknologi pertanian tersebut.

Melalui kerja sama Kemendes PDT dan PT Thara Jaya Niaga, pemerintah optimistis swasembada pangan nasional dapat dimulai dari desa, inflasi dapat ditekan, dan nilai ekspor pertanian dapat meningkat melalui penguatan hilirisasi.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense