Dark/Light Mode

Kemenkop Dan Kemenag Sepakat Berdayakan Ekonomi Umat Lewat Koperasi Ponpes & Masjid

Selasa, 16 Desember 2025 17:58 WIB
Menkop Ferry Juliantono (kedua kanan) bersama Menteri Agama Prof. Nasaruddin (kedua kiri) saat penandatanganan MoU di sela-sela Rakernas Kemenag 2025, di Tangerang, Banten, Selasa (16/12/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)
Menkop Ferry Juliantono (kedua kanan) bersama Menteri Agama Prof. Nasaruddin (kedua kiri) saat penandatanganan MoU di sela-sela Rakernas Kemenag 2025, di Tangerang, Banten, Selasa (16/12/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar bersepakat untuk bekerja sama memberdayakan ekonomi umat di Indonesia melalui pembentukan dan pengembangan koperasi.

"Dengan kerja sama ini, kita akan terus mendorong pengembangan koperasi di lingkungan pondok pesantren dan masjid, dengan melakukan inkubasi, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan lewat LPDB Koperasi," kata Ferry, pada acara penandatanganan MoU dengan Kemenag, di sela-sela Rakernas Kemenag 2025, di Tangerang, Banten, Selasa (16/12/2025).

Ferry mengatakan, sudah banyak Ponpes yang memiliki koperasi, bahkan hingga beromzet triliunan rupiah.

"Di berbagai daerah, banyak pesantren telah mampu mengembangkan koperasi untuk memenuhi kebutuhan internal, menopang kemandirian lembaga, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar," ujar Ferry.

Baca juga : Ekonomi Batang Dan Kendal Naik Fantastis

Dalam praktiknya,lanjut Ferry, tidak sedikit pesantren yang berperan sebagai kakak asuh bagi koperasi dan usaha di lingkungannya, sehingga memberi dampak ekonomi yang nyata.

Ferry mencontohkan keberadaan Koperasi Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, yang menjalin kemitraan dengan pesantren, petani, dan koperasi lain mulai dari perencanaan produksi, budidaya pertanian dan peternakan, hingga pengolahan hasil.

Koperasi kemudian bertindak sebagai konsolidator dan offtaker yang menyerap produk, mengelola pengemasan, serta memasarkan melalui jaringan pasar yang telah dibangun.

"Pola ini memberikan kepastian serapan, meningkatkan nilai tambah produk, dan menjaga keberlanjutan usaha," kata Ferry

Baca juga : BACenter Bahas Ketenagakerjaan-Investasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ferry juga mengajak Kemenag untuk membangun dan mengembangkan koperasi di lingkungan masjid-masjid di seluruh Indonesia.

"Saya meyakini, Kopontren dan koperasi masjid bisa menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya," ucapnya.

Ferry menambahkan, Nota Kesepahaman ini juga menjadi landasan kerja sama dalam mensinergikan kebijakan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi, serta mendorong pembentukan dan pengembangan koperasi di lingkungan rumah ibadah, madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.

Selain itu, kerja sama ini mencakup pemanfaatan data dan informasi, peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, pengembangan usaha koperasi, serta digitalisasi layanan koperasi.

Baca juga : Perkuat Langkah, Percepat Transisi Pariwisata Hijau

Dalam kesempatan yang sama, Menag Nasaruddin Umar menekankan, pentingnya program pemberdayaan ekonomi umat lewat pendidikan vokasi dan koperasi.

"Ke depan, kita harus mempersiapkan umat yang memiliki talenta untuk masa depan mereka. Semua harus diajarkan di Ponpes untuk membangun multi talenta kaum muda tersebut," ujar Menag.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.