RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memuji kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), yang berhasil menyelamatkan uang negara hingga Rp 6,6 triliun atau tepatnya Rp 6.625.294.190.469,74.
Duit Rp 6,6 triliun yang tampilan fisiknya menggunung, memenuhi area lobi dan teras Gedung Bundar Kejagung itu merupakan hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH senilai Rp 2.344.965.750 yang berasal dari 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang nikel. Serta hasil penyelamatan keuangan negara atas tindak pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung senilai Rp 4.280.328.440.469,74 yang berasal dari perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak mentah (CPO) dan perkara impor gula.
“Suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, diundang menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dan penagihan denda administratif sebesar Rp 6,6 triliun lebih. Sebagai hasil kerja keras dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan, yang telah saya bentuk pada 21 Januari 2025. Dengan Peraturan Presiden Nomor 5," ujar Prabowo saat menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Baca juga : Kejagung Bakal Serahkan Uang Rp 6,6 Triliun, Terkait Kegiatan Satgas PKH
Prabowo juga mengapresiasi Satgas PKH yang berhasil menguasai kembali 4.081.560,58 hektare lebih kawasan hutan tidak tertib, yang melanggar ketentuan. Serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, semua kementerian/lembaga yang telah mendukung kegiatan Satgas PKH. Terutama Satgas PKH itu sendiri, yang terdiri dari unsur Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, TNI, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BPKP dan lembaga-lembaga lain.
"Saya berterima kasih atas nama bangsa dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara telah bekerja keras dengan sangat sulit, di medan-medan yang sulit, harus verifikasi, mengecek 4 juta hektare lahan yang tidak sedikit, mengecek jumlah korporasi yang melanggar, serta menghadapi berbagai upaya yang menghambat verifikasi dan penyelidikan," papar Prabowo.
Prabowo sepenuhnya memahami, kerja Satgas PKH di lapangan tidaklah ringan karena harus menghadapi aneka bentuk perlawanan. Seperti rakyat yang dihasut, preman-preman yang dibayar untuk menantang dan melawan petugas.
Baca juga : Pemerintah Fokus Perbaiki Jembatan dan Jalan
"Di tempat-tempat yang jauh, tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, influencer, vlogger dan sebagainya, Saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu karena kesetiaan kepada NKRI dan kecintaan pada bangsa dan tanah air kita. Saya ucapkan terima kasih," pungkas Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.