Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penuhi Kebutuhan Nataru
Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Terkendali
Sabtu, 20 Desember 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun tengah sibuk melakukan percepatan pemulihan infrastruktur energi di daerah terdampak bencana, Pemerintah memastikan tetap mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan listrik selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM, LPG, dan pasokan listrik nasional berada dalam kondisi aman terkendali menjelang Nataru. Selain itu, pemerintah juga tetap mempercepat pemulihan infrastruktur energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi energi kembali normal.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi periode Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Baca juga : Menteri Arifatul Minta Tenda Pengungsian Ramah Keluarga
Dalam acara ini, Bahlil didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Ketua Posko Nataru Sektor ESDM Erika Retnowati, serta Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra.
Dalam paparannya, Bahlil memastikan kesiapan sektor energi menghadapi masa libur Nataru.
Bahlil menjelaskan, kondisi 2025 berbeda dari tahun sebelumnya karena bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyita perhatian pemerintah. Meski demikian, Bahlil memastikan stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, berada di atas cadangan minimum nasional dan cukup lebih dari tujuh hari selama libur panjang Nataru.
Baca juga : Rumus UMP Sudah Ideal
“Kondisi Nataru tahun ini memang berbeda karena kita menghadapi bencana di Sumatera yang menyita banyak energi. Namun jangan khawatir soal stok BBM, Insya Allah semuanya aman,” tegas Bahlil.
Untuk BBM, ketahanan Pertalite (RON 90) mencapai 19 hari, di atas standar minimum nasional 17–18 hari. Sedangkan RON 92 berada di atas 23 hari dan RON 95 lebih dari 31 hari. Untuk solar, batas minimumnya 14 hari. Stok solar subsidi (CN 48) tercatat 15 hari, solar nonsubsidi (CN 53) sekitar 25 hari, dan avtur juga aman karena berada di atas 29 hari. “Dari sisi stok BBM, cadangan nasional untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru Insya Allah aman. Jadi yang merayakan Natal tidak perlu khawatir soal BBM,” kata Bahlil.
Terkait kondisi LPG, Bahlil menyebutkan hingga hari ini Jumat (19/12/2025), kondisi stok LPG sebesar 314.394 metrik ton (MT), dengan Daily Objective Throughput (DOT) 25.832 MT per hari. Sehingga stok cadangan nasional LPG mencapai 12,17 hari.
Baca juga : Kader Gerindra Kompak Jaga Kantor DPC Batam
“Angka tersebut dapat dikatakan bahwa status kondisi LPG nasional juga dalam kondisi aman,” ucapnya.
Bahlil menambahkan, untuk kondisi kelistrikan nasional, secara umum dalam kondisi normal. Ketersediaan bahan baku untuk pembangkit listrik tidak ada masalah. Dengan cadangan di atas 10 hari, baik dari bahan baku BBM, gas, maupun batu bara.
Untuk kebencanaan geologi, Kementerian ESDM sudah memitigasi status beberapa gunung api, dengan tiga gunung api berstatus siaga, yakni Gunung Lewotobi Lakilaki, Merapi, dan Semeru. Sementara 24 gunung api berstatus waspada.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya