RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginap di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan, Senin (12/1/2026). Ini adalah yang pertama kali dilakukan Prabowo sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024.
Prabowo datang ke IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggunakan Helikopter Kepresidenan AgustaWestland 189 (AW 189) putih. Ikut mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Helikopter terbang dari Balikpapan, sekitar pukul 18.30 WITA. Helikopter itu mendarat di area depan Istana Negara IKN pukul 18.44 WITA. Kedatangan Prabowo disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Saat tiba, Prabowo masih mengenakan safari lengan panjang berwarna krem, seragam yang sama saat dia meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru dan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina/Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan.
Di depan Istana Negara, Prabowo berbincang singkat dengan para menteri dan pejabat terkait. Setelah itu, Prabowo berkeliling kawasan IKN menggunakan Mobil Maung.
Baca juga : Terharu Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat, Mensos Menangis di Hadapan Prabowo
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari menyampaikan menyatakan, Prabowo diagendakan menginap di IKN. “Infonya begitu (nginap),” ucap Qodari, saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Senin malam (12/1/2026).
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan, Prabowo akan berada di Nusantara selama dua hari, Senin (12/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026). Terkait agenda pastinya, ia menyebut, ada di Sekretariat Presiden (Setpres).
"Sampai besok (hari ini, red). (Agenda pasti) Setpres yang pegang," ucap Troy, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin malam (12/1/2026).
Hari ini, Prabowo dijadwalkan meninjau proyek pembangunan Sekolah Taruna Nusantara di kawasan inti IKN. Kepala Negara juga akan mengikuti agenda pemaparan perkembangan IKN oleh Pak Bas, sapaan akrab Basuki Hadimuljono. Termasuk laporan proyek-proyek strategis yang telah rampung dibangun. Siang harinya, Prabowo baru meninggalkan Kalimantan.
Prabowo terakhir kali mengunjungi IKN pada 13 September 2024. Kala itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini telah ditetapkan sebagai Presiden terpilih, tapi belum dilantik. Masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju di era Presiden ke-7 Jokowi.
Baca juga : Diguyur Hujan Deras Sejak Pagi, Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut
Pada kunjungan tersebut, Prabowo hadir bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Jokowi di Istana Garuda, IKN. Agenda tersebut tercatat sebagai Sidang Kabinet Paripurna terakhir yang dipimpin Jokowi menjelang berakhirnya masa jabatan.
Direktur Eksekutif Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) Ujang Komarudin menilai, kunjungan Prabowo ke IKN memiliki makna strategis. Yang utama, Prabowo ingin memastikan keberlanjutan pembangunan IKN.
Ujang melihat, pembangunan IKN telah berjalan dan menunjukkan progres yang nyata. Karenanya, Prabowo perlu hadir langsung untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Di situlah titik pentingnya Presiden hadir untuk memastikan pembangunan IKN terus jalan dan progresnya berjalan baik,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, Senin malam (12/1/2026).
Ujang menambahkan, kunjungan Prabowo juga memiliki konteks strategis menjelang target Pemerintah menjadikan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, kehadiran Kepala Negara krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan. "Tahun 2028 itu sudah tidak lama lagi,” cetusnya.
Baca juga : Target Zulhas, Beras Satu Harga Berlaku Tahun Ini
Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menegaskan, kunjungan Prabowo ke IKN merupakan sinyal kuat bahwa Pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan ibu kota negara baru. Prabowo tidak mengabaikan proyek strategis nasional yang telah dirintis pada pemerintahan Jokowi.
“Kunjungan ini menangkal isu bahwa Pemerintah membiarkan legacy Presiden ke-7 Jokowi mangkrak," ucap Iwan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.