Dark/Light Mode

Diguyur Hujan Deras Sejak Pagi, Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut

Selasa, 13 Januari 2026 07:50 WIB
Pengendara melintasi banjir yang menggenangi Jalan Jembatan Tiga Raya, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pengendara melintasi banjir yang menggenangi Jalan Jembatan Tiga Raya, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jakarta kembali dikepung banjir. Hujan deras yang berlangsung sejak Senin (12/1/2025) pagi membuat puluhan RT dan ruas jalan terendam. Namun, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengklaim banjir cepat surut. 

Dalam laporan terbarunya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat 57 RT banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Selain itu, lebih dari 40 ruas jalan yang berada di Jakarta Barat, Selatan, Timur, hingga Utara tergenang air. 

Di Jakarta Barat, genangan air menutup akses permukiman sehingga kendaraan terpaksa merayap. Tak sedikit pengendara harus mendorong kendaraan mereka yang mogok. 

Genangan tertinggi tercatat di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter. Sementara di Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya berada di kisaran 40–70 sentimeter. 

Akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut terimbas. Jalan menuju bandara sempat tergenang setinggi 20 sentimeter dan menimbulkan kemacetan panjang. Di beberapa titik, polisi membuka jalur tol bagi pengendara roda dua lantaran jalan non-tol tak lagi bisa dilalui. Arus kendaraan ke Ancol dan kawasan Martadinata pun ditutup sementara karena ketinggian air tidak memungkinkan kendaraan melintas.

“Sudah dilakukan penyedotan oleh Jasa Marga dan Angkasa Pura dengan menggunakan tiga mesin penyedot,” ujar Kasat Lantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Sularno, Senin (12/1/2026). 

Baca juga : Target Zulhas, Beras Satu Harga Berlaku Tahun Ini

Gangguan juga meluas ke jalur kereta. Perjalanan KRL Commuter Line di lintas Stasiun Angke–Stasiun Kampung Bandan tersendat akibat air yang merembes di sekitar bantaran rel. 

Pohon tumbang menambah kerumitan perjalanan, terutama di lintas Tanjung Priok–Kampung Bandan. Akibatnya, perjalanan KRL tujuan Jakarta Kota–Tanjung Priok terpaksa dibatalkan. “Saat ini dalam proses evakuasi. Perjalanan Commuter Line di lokasi menunggu aman untuk melintas,” terang KAI dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026). 

Di permukiman warga, sejumlah titik mencatat ketinggian banjir yang mengkhawatirkan. Di Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 90 sentimeter. 

Siswa dan lansia terpaksa menggunakan perahu karet untuk melintas demi tetap bisa beraktivitas. Banjir ini dipicu luapan Kali Krukut yang tak mampu menahan debit air. Kondisi serupa terlihat di Pondok Karya, Mampang Prapatan, ketika aliran air dari wilayah atas kembali membanjiri rumah-rumah warga. 

Kebon Pala di Jakarta Timur juga kembali terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung. Sejak pagi, daerah ini tergenang, namun sebagian warga memilih bertahan sambil menunggu air surut. 

Di Kelapa Gading dan Kampung Melayu, genangan air sudah merendam sebelum jam kantor dimulai, dengan ketinggian hampir satu meter. Sementara di Jakarta Utara, dua RT di Tanjung Priok tergenang setinggi 35 cm. 

Baca juga : Yudi Purnomo: Sangat Memanjakan Para Pelaku Korupsi

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, hingga Gulkarmat dikerahkan untuk mempercepat penyedotan. BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi. Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berlangsung hingga 13 Januari. 

“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tulis BPBD. 

Dalam laporannya, BPBD juga menyebut beberapa wilayah mulai surut, seperti Mangga Dua, Cideng, Cempaka Putih, Jagakarsa, hingga Lubang Buaya. 

Sementara itu, Gubernur Pramono Anung mengeklaim banjir di Jakarta kini lebih cepat tertangani dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, dengan curah hujan setinggi kemarin, Jakarta pada masa lalu sudah tergenang di banyak titik. 

“Kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini, dulu pasti sudah genangan di mana-mana. Sekarang ini karena selalu kita siagakan termasuk sekarang di Ancol memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa,” ucap Pramono, Senin (12/1/2026). 

Menurut Pramono, kesiapsiagaan petugas menjadi kunci penanganan banjir. Namun, ia menegaskan penanganan banjir tak bisa dilakukan secara sporadis atau setengah-setengah. Upaya pengendalian, kata dia, mencakup langkah jangka pendek dan menengah, sementara solusi jangka panjang membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau jangka panjangnya udah terlalu panjanglah untuk dipikirkan. Sehingga dengan demikian itu yang tetap akan kita lakukan dalam penanganan untuk banjir di Jakarta,” ujar dia. 

Baca juga : Rudianto Lallo: Banyak TSK Ditampilkan ,Tapi Korupsi Tetap Jalan

Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov tengah menyiapkan program jangka panjang. Misalnya pembangunan sembilan waduk atau embung baru di sejumlah wilayah sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir. 

Sebagian besar waduk tersebut, terutama di wilayah Jakarta Timur, disebut telah rampung dibangun. “Jadi kalau lima di Jakarta Timur, dua di selatan, satu di barat, berarti sembilan. Ini mudah-mudahan apa secara signifikan menjadi daya tampung untuk proses mengurangi banjir di Jakarta,” jelasnya. 

Ia menegaskan persoalan banjir menjadi fokus utama sejak awal ia menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Pembangunan waduk dipilih sebagai solusi konkret untuk menangani genangan air di wilayah rawan banjir. “Kenapa ini kami lakukan? Karena ini betul-betul secara langsung mengatasi persoalan genangan air yang ada di tempat-tempat yang seperti ini,” terangnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.