BREAKING NEWS
 

Peringatan HPN 2026

Muhaimin: Pemerintah Tidak Biarkan Pers Jalan Sendirian

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Selasa, 10 Februari 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah) memukul alat musik terbang gede didampingi (dari kiri) Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Gubernur Banten Andra Soni, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026). Antara Foto/Angga Budhiyanto/wsj.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tidak akan membiarkan media massa menghadapi sendiri gelombang disrupsi digital dan kecerdasan buatan. Negara juga menjaga keberlanjutan ekonomi pers agar jurnalisme berkualitas tetap hidup sebagai pilar demokrasi dan penjaga akal sehat publik.

Menurut Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, negara tidak akan tinggal diam menghadapi besarnya gelombang disrupsi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca juga : KPK Bongkar Jaringan Suap Oknum Bea Cukai

Pemerintah juga memastikan media massa tetap menikmati mata rantai ekonomi yang adil, agar jurnalisme berkualitas dapat terus hidup sebagai suluh demokrasi dan penjaga akal sehat masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2026).

Baca juga : Gubernur Andra Bersyukur, HPN Dongkrak Ekonomi Banten

“Pemerintah tidak akan membiarkan pers berjalan sendirian. Upaya-upaya untuk melindungi kerja-kerja pers harus terus diperkuat bersama,” tegas Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan, Pemerintah bersama Dewan Pers dan kementerian terkait saat ini tengah mendorong pembangunan ekosistem ekonomi media yang sehat. Berbagai masukan dari para pemangku kepentingan terus ditampung dan dikolaborasikan. Termasuk terkait distribusi iklan sebagai bagian penting dari rantai ekonomi media.

Baca juga : Kader Gerindra Ajak Masyarakat, Perbanyak Literasi Kebangsaan

“Nanti kolaborasi terus dijalankan. Akan ada usulan dari Dewan Pers, termasuk soal distribusi iklan yang lebih merata. Semua itu tentu harus didukung, mulai dari regulasi hingga aspek-aspek teknisnya,” katanya.

Adsense

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, disrupsi digital dan kecerdasan buatan telah memicu beredarnya informasi yang kerap tidak berkualitas. Bahkan, menyimpang dari fakta. Banjir informasi dan konten bermutu rendah yang berpotensi menurunkan daya nalar publik tersebut, kini dikenal luas sebagai fenomena brain rot.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense