BREAKING NEWS
 

Rakor PTKI Bahas Ma'hadisasi dan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 11 Februari 2026 18:49 WIB
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) secara hybrid untuk merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan dan penguatan ma’hadisasi sebagai bagian dari transformasi PTKI menuju Indonesia Emas 2045.

Rakor bertajuk "Mewujudkan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Unggul dan Bereputasi Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri jajaran direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Hadir juga ratusan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia melalui platform daring.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menekankan pentingnya transformasi PTKI untuk mencetak lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan tinggi keagamaan Islam harus unggul secara akademik, bereputasi global, dan relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan moderasi beragama,” ujarnya dalam Rakor PTKI di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca juga : Perkuat Kemitraan, IHH Healthcare Malaysia Tingkatkan Layanan untuk Pasien

Rapat koordinasi ini membahas strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, serta kolaborasi antar-PTKI. Dirjen Pendidikan Islam juga menegaskan bahwa program ma’hadisasi PTKIN menjadi agenda strategis nasional.

“Ma’hadisasi bukan sekadar membangun asrama mahasiswa, tetapi membangun Ma’had al-Jamiah yang sesungguhnya dengan tata kelola pesantren, kurikulum kepesantrenan, dan sistem pembinaan karakter yang terstruktur,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap PTKIN harus memiliki Ma’had al-Jamiah yang dikelola dengan baik, bukan sekadar kos-kosan mahasiswa.

Menurutnya, kebijakan ma’hadisasi dilatarbelakangi tantangan kualitas input mahasiswa PTKIN, khususnya literasi dasar keislaman seperti kemampuan membaca Al-Qur’an.

Adsense

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan di hilir. Harus ditata dari hulu. Ma’had menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas akademik dan karakter mahasiswa sejak awal,” tegasnya.

Baca juga : Prabowo Bertemu PM Australia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dan Ekonomi

Amien juga menekankan bahwa peningkatan mutu lulusan pendidikan Islam merupakan tanggung jawab PTKIN sebagai produsen utama tenaga pendidik dan akademisi Islam di Indonesia.

Selain memperkuat akademik dan karakter, ma’hadisasi dinilai memberikan keuntungan ekonomi institusional bagi kampus.

“Ma’had al-Jamiah memiliki double advantage. Di satu sisi memperkuat pembinaan mahasiswa, di sisi lain dapat meningkatkan pendapatan BLU kampus secara signifikan tanpa harus menaikkan UKT,” jelasnya.

Tahun 2026 disebut sebagai barometer keseriusan PTKIN dalam membangun Ma’had yang nyata, bukan simbolik.

Ia menegaskan bahwa pendanaan ma’had merupakan investasi jangka panjang yang terprogram dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi Islam.

Tindak Lanjut Kebijakan dan Koordinasi

Baca juga : Legislator PDIP Usul Status BNPB Ditingkatkan Jadi Kementerian

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Phil. Sahiron menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut hasil Rakor, khususnya pada aspek kelembagaan, akademik, dan penguatan kebijakan strategis.

“Komisi kelembagaan dan akademik sudah menghasilkan banyak hal strategis yang sangat penting dan harus segera kita tindaklanjuti. Kalau bisa dipercepat, tentu lebih baik,” harapnya.

Ia menyebutkan, sebagian agenda telah dijadwalkan pada April dan Mei, namun percepatan tetap dimungkinkan, termasuk dengan memanfaatkan momentum Ramadan.

Secara khusus, Prof. Sahiron menyoroti isu Ma’had Aly yang membutuhkan koordinasi lintas direktorat, terutama antara Direktorat PTKI dan Direktorat Pesantren.

“Kami harus berkoordinasi dengan Direktorat Pesantren. Jangan sampai ada tumpang tindih dalam kebijakan Ma’had Aly. Yang terpenting adalah saling membantu dan bekerja sama untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense