RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah dalam forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Mekkah. Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola haji dan umrah.
Irfan, yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan komitmen Indonesia menjaga kemitraan dengan Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Setiap tahun jutaan jemaah Indonesia datang sebagai Tamu Allah. Kerja sama ini adalah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Baca juga : Fatwa MUI Perkuat Aksi Atasi Sampah
Gus Irfan menekankan pentingnya disiplin terhadap regulasi Kerajaan Arab Saudi. Kepatuhan terhadap aturan dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada jemaah.
“Kami menghormati sepenuhnya aturan yang berlaku di Saudi. Disiplin terhadap regulasi adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada jemaah,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas transformasi layanan haji dan umrah sejalan dengan program Saudi Vision 2030. Digitalisasi layanan menjadi fokus utama. Menurut Irfan, integrasi sistem visa, hotel, kesehatan, dan asuransi diperlukan agar pelayanan lebih cepat dan transparan. Sistem terpadu dinilai penting untuk merespons situasi darurat secara efektif.
Baca juga : Dipastikan Kejagung, Temuan Uang Rp 920 M Di Rumah Pejabat Pajak Hoax
Indonesia juga menaruh perhatian pada perlindungan jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi untuk Haji 1447 Hijriah. Penguatan dilakukan sejak tahap persiapan di Tanah Air melalui pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat.
Pemerintah memperkuat skrining kesehatan dan pengawasan komorbid sebelum keberangkatan. Edukasi kebugaran juga ditingkatkan guna menekan risiko selama perjalanan ibadah.
Di Arab Saudi, optimalisasi skema murur dan Tanazul turut dibahas. Skema murur memungkinkan jemaah lanjut usia melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus. Sementara Tanazul memberi opsi kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah guna mengurangi kepadatan.
Baca juga : Perkuat Struktur Di Kabupaten Dan Kota, PKB Sulsel Petakan Calon Pimpinan DPC
Indonesia juga mengusulkan peningkatan kesiapsiagaan dukungan medis di jalur menuju Jamarat untuk mempercepat respons dalam kondisi darurat saat puncak lempar jumrah.
Dirinya menegaskan, pendekatan penyelenggaraan haji harus bergeser dari reaktif menjadi preventif. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 18 Februari 2026 dengan judul "Bertemu Menteri Haji Saudi Menhaj Pastikan Layanan Haji Aman Dan Nyaman"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.