Sebelumnya
Ia menegaskan, seluruh elemen bangsa perlu bersatu dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan agar cita-cita besar bangsa dapat tercapai.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Ke depan kita harus bersama-sama mempersiapkan semuanya sehingga Indonesia benar-benar mampu mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas," pungkasnya.
Baca juga : KPK Bakal Panggil Suami Dan Anak Bupati Pekalongan
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengkhawatirkan dampak konflik antara Israel dan Iran terhadap sektor industri dan tenaga kerja di Indonesia.
Kekhawatiran tersebut muncul jika perang berlangsung lama hingga mengganggu pengiriman logistik ekspor ke berbagai negara tujuan.
Andi Gani mengatakan, hingga saat ini dampak konflik tersebut memang belum terasa signifikan di dalam negeri.
Baca juga : Kemenpar Siapkan Mitigasi Pasar Asia-Pasifik Diperkuat
Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Kita selalu menunggu dan juga terus melakukan komunikasi dengan beberapa komunitas buruh yang ada di Eropa maupun di Timur Tengah. Yang kami khawatirkan adalah adanya penurunan pesanan dari luar negeri karena perang," ujarnya.
Andi Gani menjelaskan, perang yang berkepanjangan dapat menyebabkan penumpukan barang ekspor di dalam negeri.
Baca juga : Gerindra Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Nasional
Hal ini terjadi karena distribusi ke negara tujuan menjadi terhambat akibat kondisi keamanan dan transportasi internasional yang terganggu.
"Kalau perang ini berkepanjangan, yang kita takutkan akan terjadi penumpukan stok barang di Indonesia untuk ekspor. Ini tentu menjadi bahaya bagi buruh ke depan," katanya. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 8 Maret 2026 dengan judul "Hadiri Buka Puasa Bersama KSPSI Kapolri: Buruh Bersatu, Hadapi Tantangan Global"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.