BREAKING NEWS
 

Menteri ESDM: Stok BBM Selalu Tersedia, Tak Perlu Panic Buying

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 12 Maret 2026 19:34 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak khawatir apalagi melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Bahlil menyebut, ketersediaan BBM yang tersimpan di tangki penyimpanan nasional saat ini setara sekitar 23 hari kebutuhan. Namun angka tersebut hanya menggambarkan stok yang berada di tangki pada satu waktu.

“Kemarin saya sudah sampaikan di beberapa media bahwa stok kita dalam kondisi aman, sekitar 23 hari. Tidak perlu ada panic buying. Yang dimaksud 23 hari itu adalah stok yang ada di tangki kita,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan energi. Menurutnya, stok tersebut akan terus diisi ulang karena produksi dan distribusi BBM berjalan setiap hari.

Baca juga : DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

“Produksi terus berjalan dan pasokan juga terus masuk. Tolong teman-teman media juga menyampaikan informasi yang menenangkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bahlil juga menjelaskan bahwa kapasitas tampung tangki timbun BBM di dalam negeri memang terbatas. Saat ini kapasitas penyimpanan maksimal berada di kisaran 25 hari kebutuhan nasional, sementara stok yang terisi sekitar 23 hari.

Adsense

Menurutnya, angka tersebut bukan berarti persediaan BBM akan habis dalam kurun waktu itu. Stok bersifat dinamis karena setiap hari ada distribusi ke masyarakat dan pada saat yang sama pasokan baru terus masuk.

Ia mengibaratkan mekanisme pasokan BBM seperti toren air di rumah. Ketika air digunakan dan volumenya berkurang, pompa akan otomatis mengisi kembali.

Baca juga : Pertamina Pastikan Stok BBM Di Aceh Aman, Warga Diminta Stop Panic Buying

“Kalau stok BBM keluar tiga hari, produksi dari kilang juga masuk lagi untuk mengisi. Jadi seperti toren air di rumah, dipakai lalu pompa langsung mengisi lagi,” jelasnya.

Terkait kemungkinan tambahan anggaran subsidi energi, Bahlil mengatakan pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak dunia sebelum menghitung kebutuhan tambahan secara pasti.

Ia menjelaskan, rata-rata harga minyak dunia sejak Januari masih berada di bawah 70 dolar AS per barel. Meski sempat melonjak dalam beberapa hari terakhir, harga tersebut kembali turun.

“Sampai kemarin saya hitung, rata-rata dari Januari sampai sekarang belum melampaui 70 dolar AS per barel. Karena sebelumnya memang di bawah 70 dolar,” ujarnya.

Baca juga : Bukber PERIKSHA, Bamsoet: Spirit Brotherhood Modal Sosial Jaga Persatuan Bangsa

Menurut Bahlil, harga minyak dunia sempat naik ke kisaran 80 hingga 90 dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh sekitar 112 dolar AS per barel. Namun saat ini harga tersebut kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel.

“Sekarang sudah turun lagi di bawah 100 dolar AS. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,” kata Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense