BREAKING NEWS
 

Bahlil Sukses Redam Kekhawatiran Kelangkaan BBM Saat Lebaran

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 25 Maret 2026 22:32 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya berhasil meredam kekhawatiran publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tensi geopolitik global yang memanas.

Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran cadangan BBM nasional hanya mampu bertahan sekitar 20 hari. Bahkan, publik sempat menghitung stok bisa menipis bertepatan dengan momentum Lebaran 2026. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya—pasokan energi tetap aman hingga saat ini.

Peneliti dari Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ary Bachtiar Krishna Putra, mengapresiasi kinerja Pemerintah dalam menjaga pasokan BBM selama periode hari raya.

Menurut Ary, kondisi ini tak lepas dari pengalaman Pemerintah dalam mengelola kebutuhan energi saat musim mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun.

Baca juga : KPK Catat 265 Keluarga Tahanan Berkunjung Saat Lebaran

“Memang ini event tahunan. Artinya, secara pasokan Pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin ketersediaan dan harga BBM,” ujar Ary dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Dia menjelaskan, pola konsumsi BBM saat Lebaran relatif mudah diprediksi. Lonjakan permintaan hanya terjadi dalam waktu singkat, sekitar satu pekan selama arus mudik hingga arus balik.

“Penambahan konsumsi itu karena mudik, dan sifatnya sementara, paling sekitar seminggu dari berangkat sampai pulang,” jelasnya.

Adsense

Selain itu, perilaku masyarakat yang mulai lebih bijak dalam menggunakan BBM juga ikut membantu menjaga stabilitas pasokan. Kekhawatiran akan kelangkaan membuat konsumsi menjadi lebih terkendali.

Baca juga : Stasiun Terintegrasi, Commuter Line Jadi Andalan Warga Saat Lebaran

“Saya lihat di beberapa daerah, antrean BBM sudah tidak terlalu panjang. Artinya masyarakat mulai mengendalikan konsumsi,” tambahnya.

Meski begitu, Ary mengingatkan bahwa secara fundamental ketahanan energi Indonesia masih menghadapi tantangan. Salah satunya terkait kapasitas cadangan BBM yang masih terbatas dibandingkan negara lain.

Saat ini, cadangan energi nasional diperkirakan berada di kisaran 20 hingga 28 hari. Angka tersebut masih jauh di bawah negara seperti Jepang dan Singapura yang mampu menyimpan cadangan hingga berbulan-bulan.

Karena itu, Ary menilai rencana Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas cadangan BBM hingga 90 hari merupakan langkah strategis yang perlu segera direalisasikan.

Baca juga : BPH Migas Pastikan BBM Aman Di Jalur Puncak Saat Libur Lebaran

“Kalau bisa sampai 90 hari, itu sudah sangat baik. Kita punya ruang untuk bertahan saat harga pasar berfluktuasi,” katanya.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti peran program biodiesel seperti B50 yang dinilai membantu mengurangi ketergantungan impor, khususnya untuk solar. Meski demikian, untuk jenis bensin, Indonesia masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Dengan kombinasi pengalaman Pemerintah, pola konsumsi yang terprediksi, serta dukungan kebijakan energi yang terus berjalan, keberhasilan menjaga pasokan BBM selama Lebaran tahun ini menjadi sinyal positif bagi pengelolaan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense