BREAKING NEWS
 

Akademisi: Strategi Korlantas Polri Sukses Tekan Risiko Kecelakaan Saat Mudik

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 10 April 2026 21:15 WIB
Foto: Korlantas Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Akademisi sekaligus Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Albertus Wahyurudhanto menilai strategi yang diterapkan Korlantas Polri dalam pengelolaan arus mudik 2026 berhasil menekan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Albertus dalam program Apa Kabar Indonesia Siang, Jumat (10/4/2026). Ia menekankan, keberhasilan itu tidak lepas dari pendekatan pelayanan yang menjadi fokus utama kepolisian.

“Bukan sekadar cepat, tapi yang utama adalah aman, selamat, dan masyarakat puas. Itu terlihat dari respons publik yang cenderung positif,” ujarnya.

Menurut Albertus, dalam perspektif good governance, keberhasilan kebijakan sangat ditentukan oleh penerimaan masyarakat.

Baca juga : Ekspansi Strategis BRI Group, Pegadaian Resmikan Kantor Cabang di Timor Leste

Respons positif selama periode mudik menjadi indikator bahwa strategi yang dijalankan berjalan efektif.

Ia menjelaskan, kompleksitas mudik di Indonesia yang melibatkan beragam latar belakang sosial, budaya, dan agama membutuhkan pengelolaan yang matang.

Di tengah peningkatan jumlah kendaraan, pertumbuhan penduduk, serta perkembangan infrastruktur, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi kunci.

Adsense

“Kalau tidak dirancang dengan teknologi, hasilnya tidak akan maksimal. Ini yang patut diapresiasi,” tuturnya.

Baca juga : Operasi Ketupat 2026 Sukses Tekan Lakalantas dan Turunkan Fatalitas

Selain itu, keberadaan posko mudik dan layanan terpadu turut berkontribusi terhadap kelancaran dan kenyamanan perjalanan.

Ia menegaskan, pengelolaan arus mudik merupakan kerja lintas sektor, dengan kepolisian sebagai leading sector di jalan raya.

“Ini kerja simultan, ada dukungan kesehatan dan berbagai unsur lain yang memperkuat pelayanan di lapangan,” jelasnya.

Albertus juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap era digital dalam manajemen lalu lintas.

Baca juga : PASPI Apresiasi Komitmen BPDP Di Riset Kelapa Sawit

Perubahan perilaku masyarakat, seperti penggunaan GPS (Global Positioning System) dan sistem pembayaran non-tunai, turut memengaruhi pola perjalanan mudik.

Namun demikian, ia mengingatkan perlunya peningkatan literasi publik agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal, termasuk dalam penggunaan navigasi digital dan sistem pembayaran tol.

Di sisi lain, pendekatan berbasis data (data-driven) dalam pengambilan kebijakan dinilai sudah tepat.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada pada manusia dengan mempertimbangkan aspek kebijaksanaan. “Data itu penting sebagai pendukung, tapi keputusan tetap di manusia,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense