BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar Tinjau TKA Di NTB, Siswa Akui IFP Bikin Belajar Lebih Mudah

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 14 April 2026 20:48 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan berdialog dengan siswa di Mataram, NTB, Selasa (14/4/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan dan kesiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Nusa Tenggara Barat, 13–14 April 2026. Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan baik sekaligus melihat langsung kesiapan siswa.

Fajar menegaskan, TKA tidak perlu ditakuti. Tes ini tidak menentukan kelulusan, melainkan untuk memotret kemampuan akademik siswa, terutama literasi dan numerasi.

“TKA tidak menentukan kelulusan. Ini untuk memotret kemampuan akademik kita, terutama literasi dan numerasi agar nilai PISA kita naik,” ujarnya.

Ia mengingatkan siswa agar menjadikan TKA sebagai bagian dari proses belajar. “Jangan takut. Jadikan ini bagian dari proses belajar,” pesannya.

Menurut Fajar, penggunaan teknologi pembelajaran seperti Interactive Flat Panel (IFP) merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pembelajaran lebih interaktif.

Baca juga : Dermaga Pasar Terapung TMII Jadi Sarana Edukasi Budaya Bagi Pelajar

“IFP di sekolah-sekolah ini adalah perintah Bapak Presiden Prabowo. Tujuannya agar pembelajaran lebih interaktif dan membantu anak-anak memahami materi dengan lebih baik,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan kunjungan ini juga membawa misi pemerataan pendidikan. Pemerintah ingin memastikan seluruh satuan pendidikan mendapat akses yang sama terhadap pembelajaran berkualitas.

“Kami ingin menegaskan bahwa negara hadir untuk semua,” tegasnya.

Di akhir kunjungan, Fajar mengingatkan pentingnya karakter di tengah perkembangan teknologi.

Adsense

“Di tengah kemajuan kecerdasan buatan, yang paling mahal adalah karakter. Kepintaran bisa dilatih cepat, tetapi karakter dibangun bertahun-tahun,” ujarnya.

Baca juga : Apresiasi Pemerintah & Polri, Pemudik Akui Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar

“Kecerdasan bisa dicari, tetapi karakter tidak bisa dibeli,” sambungnya.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar turut didampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah.

“Kunjungan ini menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan dan satuan pendidikan di NTB,” ujar Iqbal.

Selama dua hari, Fajar mengunjungi sejumlah sekolah. Di antaranya SD Dwijendra Mataram, SMP Negeri 6 Mataram, hingga beberapa sekolah di Lombok Barat dan Praya.

Usai pemaparan pemerintah, para siswa menyampaikan pengalaman mereka. Di SD Dwijendra Mataram, suasana belajar dinilai lebih interaktif berkat penggunaan IFP.

Baca juga : Olla Ramlan, Pacar Tidak Peduli Usianya Lebih Tua

“Dengan IFP, belajar jadi lebih seru, lebih gampang dimengerti, dan membantu kami memahami soal-soal TKA,” ujar seorang siswa.

Sementara di SMP Negeri 6 Mataram, siswa mengaku tantangan TKA ada pada soal berbasis cerita.

“Tantangan soal TKA ada di model cerita, jadi lumayan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan soalnya,” kata seorang siswi.

Siswa lain menambahkan, penggunaan IFP membantu memahami materi dan latihan soal.

“Sejak pakai IFP, materi jadi lebih mudah dipahami dan membantu kami latihan untuk beberapa soal TKA,” ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense