RM.id Rakyat Merdeka - Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalamm Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni mendorong pemerintah daerah melakukan terobosan pembiayaan kreatif atau creative financing, agar tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan Daerah di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
“Kalau kita ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda, maka harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Daerah harus terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mendapatkan sumber pendanaan yang lebih baik,” ujar Fatoni.
Menurutnya, terdapat sejumlah strategi yang dapat dilakukan daerah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan.
Pertama, pemerintah daerah didorong melakukan inovasi dalam pajak dan retribusi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini meliputi penguatan pengawasan, pemasangan alat perekam transaksi, perluasan layanan pembayaran, serta penggalian potensi pajak baru sesuai ketentuan.
Baca juga : Momentum Hari Kartini: PLN EPI Dorong Keberanian Bersuara Di Tempat Kerja
Digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi juga dinilai penting untuk menekan kebocoran, meningkatkan efisiensi, dan memungkinkan pemantauan pendapatan secara real time.
Kedua, daerah diminta mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dari total 1.097 BUMD di Indonesia, kurang dari separuh yang mampu memberikan deviden.
Karena itu, diperlukan pengelolaan profesional, pembinaan, dan pengawasan yang lebih kuat.
Daerah yang belum memiliki BUMD juga didorong membentuk unit usaha sesuai potensi, seperti sektor pangan, pariwisata, air minum, hingga energi.
Ketiga, optimalisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit, puskesmas, dan sekolah juga menjadi sumber pendapatan potensial jika dikelola secara fleksibel dan profesional.
“Kalau BLUD kinerjanya baik, bisa mandiri bahkan menghasilkan pendapatan sehingga mengurangi beban APBD,” jelasnya.
Baca juga : Dari Kartini untuk Bumi: BRI Berdayakan Perempuan Lewat Urban Farming
Keempat, pemerintah daerah perlu memaksimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) melalui kerja sama, sewa, pemanfaatan bersama, maupun penjualan aset yang tidak produktif.
Kelima, pemanfaatan dana Corporate Social.Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD juga perlu dioptimalkan.
Dana tersebut dapat diarahkan untuk program prioritas seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pengendalian inflasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Fatoni mendorong penguatan skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
Ia mencontohkan keberhasilan proyek penerangan jalan melalui KPDBU yang mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan keamanan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menekan biaya energi dengan penggunaan tenaga surya.
Sumber pembiayaan lain yang dapat dimanfaatkan antara lain optimalisasi zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional untuk mendukung program sosial.
Baca juga : Hidupkan Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Srikandi Pertiwi
Selain itu, daerah juga dapat memanfaatkan pinjaman daerah, penerbitan obligasi, dan sukuk daerah untuk membiayai proyek produktif.
Namun, penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai regulasi agar tidak membebani keuangan daerah di masa depan.
Fatoni menekankan pentingnya kerja sama antar daerah serta kolaborasi dengan sektor swasta dalam pengembangan kawasan, pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur lintas wilayah.
“Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah lain maupun badan usaha,” tegasnya.
Ia berharap berbagai skema creative financing tersebut dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus mempercepat pembangunan secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.