Dark/Light Mode

Momentum Hari Kartini: PLN EPI Dorong Keberanian Bersuara Di Tempat Kerja

Kamis, 23 April 2026 14:49 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia memperkuat komitmen ESG lewat program Srikandi Speak Up pada Hari Kartini 2026 guna ciptakan lingkungan kerja aman dan inklusif.
PT PLN Energi Primer Indonesia memperkuat komitmen ESG lewat program Srikandi Speak Up pada Hari Kartini 2026 guna ciptakan lingkungan kerja aman dan inklusif.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan berintegritas dalam momentum Hari Kartini 2026.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Inspiring Srikandi bertajuk Srikandi Speak Up: Bicara Bukan Berarti Mengadu, Diam Bukan Berarti Setuju yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kolektif seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya keberanian bersuara untuk menciptakan lingkungan kerja bebas dari diskriminasi dan kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan budaya organisasi.

“Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Keberanian untuk menyuarakan kebenaran merupakan bagian dari integritas yang harus kita jaga bersama,” ujar Dedeng.

Baca juga : Peringati Hari Kartini, PRENAGEN Ajak Dukung Ibu Lewat Gerakan Nyata

Ia menambahkan, perusahaan terus mendorong penguatan respectful workplace dengan memastikan setiap individu memiliki ruang yang aman untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.

Wakil Ketua Srikandi PLN EPI, Fanina Andini mengingatkan bahwa meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender menunjukkan pentingnya membangun sistem, kebijakan, dan budaya yang tidak mentoleransi kekerasan.

Serta mendorong seluruh karyawan untuk berani speak up, menjadi bagian dari solusi, dan saling menjaga dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan.

“Bicara bukan berarti mengadu, tetapi bentuk kepedulian dan keberanian untuk memperbaiki. Sebaliknya, diam bukan berarti setuju, justru bisa memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus terjadi,” ujar Fanina.

Ia menyampaikan, meskipun komposisi perempuan di PLN EPI sekitar 30 persen, peran mereka tetap strategis dalam memastikan terciptanya kesempatan yang setara, ruang yang aman, serta perlakuan yang adil bagi seluruh insan perusahaan.

Baca juga : Hidupkan Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Srikandi Pertiwi

Dalam forum tersebut, Kompol Sri Yatmini, Wakasatres PPA & PPO Polres Metro Jakarta Timur, menyoroti masih banyaknya kasus kekerasan yang tidak terungkap, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Banyak korban kekerasan tidak melapor karena ketergantungan ekonomi, stigma, hingga ancaman dari pelaku. Padahal, negara sudah menyediakan mekanisme perlindungan. Yang dibutuhkan adalah keberanian dan dukungan lingkungan,” ujar Sri.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pencegahan, pelaporan, dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kerja sebagai bagian dari perlindungan hak dan martabat pekerja.

Sementara itu, psikolog sekaligus Founder Klinik Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran kunci sebagai garda terdepan dalam pencegahan kekerasan seksual melalui pola asuh positif dan komunikasi terbuka sejak dini.

"Edukasi mengenai batasan tubuh merupakan bentuk perlindungan dasar agar anak mampu mengenali, menolak, dan berani melaporkan tindakan yang tidak aman" ujar Irma.

Baca juga : Peringati Hari Kartini, Ancol Berikan Promo Khusus Bagi Perempuan

Selain itu, Ia menegaskan pentingnya peran lingkungan, termasuk keluarga dan tempat kerja, sebagai ruang aman yang mendukung korban melalui empati, pendampingan, dan pemulihan psikologis, sehingga tercipta sistem perlindungan yang kuat dan berkelanjutan.

PLN EPI telah mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis sebagai bagian dari komitmen ESG, melalui pengarusutamaan gender dan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP) yang mencakup pencegahan, pelaporan, penanganan, hingga pemulihan korban pelecehan seksual.

Kebijakan ini didukung mekanisme pelaporan yang aman melalui Whistle Blowing System (WBS), perlindungan bagi pelapor dan korban, serta edukasi dan penegakan disiplin untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Melalui momentum Hari Kartini, PLN EPI menegaskan bahwa peran perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya organisasi yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan membangun keberanian untuk bersuara, PLN EPI menegaskan bahwa tempat kerja yang aman dimulai dari budaya saling menghargai dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.