Dark/Light Mode

Pemerintah Dorong Peran Perempuan Dalam Kepemimpinan Nasional

Kamis, 9 April 2026 14:33 WIB
Dialog Nasional yang digelar di Ruang Pola Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Foto: Ist)
Dialog Nasional yang digelar di Ruang Pola Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional kembali menjadi pusat perhatian dalam Dialog Nasional yang digelar di Ruang Pola Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026). Forum ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan dukungan penuh dari Program SIAP SIAGA (Kemitraan Indonesia–Australia).

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, ketahanan bangsa yang kokoh berakar dari kekuatan keluarga, yang mayoritas ditopang oleh kaum perempuan. Ia mengingatkan, pengabaian peran perempuan dalam perumusan kebijakan akan menciptakan celah besar dalam efektivitas program pemerintah.

"Jika perempuan tidak dilibatkan dalam kebijakan, kita kehilangan separuh realitas. Artinya, kebijakan yang dihasilkan tidak akan efektif dalam menjawab tantangan nyata yang ada di lapangan," ujar Febrian.

Baca juga : Robert J. Kardinal: Sektor Swasta Penggerak Roda Perekonomian Nasional

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menekankan, memperkuat peran perempuan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang masif, terutama di tingkat akar rumput. Saat ini, arah kebijakan pemerintah difokuskan untuk menjadikan perempuan sebagai aktor utama, bukan sekadar objek pembangunan.

Veronica mencontohkan program kebun pangan lokal berbasis komunitas sebagai salah satu langkah konkret. "Perempuan harus menjadi bagian integral dari strategi ekonomi nasional. Melalui program pangan komunitas, perempuan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak luas pada penyelesaian persoalan sosial," jelasnya.

Dari sisi kemitraan internasional, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath menyoroti bahwa dunia saat ini menuntut pendekatan yang lebih responsif gender. Menurutnya, meskipun perempuan sering kali menjadi kelompok paling terdampak saat krisis, mereka memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun kembali komunitasnya.

Baca juga : Ditopang Sinergi Holding Ultra Mikro, Perempuan Ini Sukses Kembangkan Usaha

"Investasi pada kepemimpinan perempuan adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun masa depan yang tangguh dan inklusif," ungkap Gita.

Sementara itu, Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Bappenas Dinar Dana Kharisma menegaskan, target pemerintah ke depan bukan sekadar mengurangi angka kemiskinan, melainkan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

"Kita ingin masyarakat benar-benar mandiri dan tangguh menghadapi berbagai risiko. Di sinilah peran perempuan dan kelompok rentan menjadi sangat krusial sebagai penggerak perubahan," tegas Dinar.

Baca juga : Israel Peringatkan Warga Iran: Jangan Bepergian Naik Kereta Api

Melalui Dialog Nasional ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan berkomitmen untuk melahirkan kebijakan yang lebih kolaboratif dan adaptif. Penguatan kepemimpinan perempuan kini diposisikan sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.