RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi pembelajaran digital terus berlangsung di ruang-ruang kelas. Melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP), proses belajar kini menjadi lebih partisipatif dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Program Digitalisasi Pembelajaran yang dijalankan pemerintah telah menjangkau ribuan satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang. Pada 2025, program ini direalisasikan di 3.334 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp 109,7 miliar.
Pemanfaatan IFP mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 877 PAUD, 1.694 SD, 562 SMP, 171 SMA, 23 SMK, hingga 6 SLB dan 1 PKBM.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, bantuan digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Baca juga : KKV Resmi Masuk Indonesia, Hadirkan Pengalaman Belanja Yang Lebih Interaktif
“Kami berharap semua bantuan dari pemerintah untuk digitalisasi dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung kualitas pembelajaran sebagai prasyarat peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Di tingkat sekolah, kehadiran IFP membawa perubahan signifikan. Guru Informatika SMP Negeri 2 Menggala, Widianto, menyampaikan bahwa perangkat tersebut telah digunakan secara bergantian oleh para guru sejak diterima pada November 2025.
“IFP digunakan sesuai jadwal oleh semua guru, dari kelas 7 sampai kelas 9 dan untuk seluruh mata pelajaran,” jelasnya.
Ia menilai, penggunaan IFP membuat suasana kelas lebih hidup. Siswa menjadi lebih aktif karena dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui layar sentuh.
Baca juga : Garuda Muda Tumbang Lawan Malaysia, Penyelesaian Akhir Jadi PR Besar
“Kehadiran IFP sangat membantu. Anak-anak lebih antusias dan sering meminta belajar menggunakan perangkat ini,” ujarnya.
Menurut Widianto, pemanfaatan IFP juga didukung pelatihan yang diberikan kepada guru. Setelah mengikuti pelatihan pada Oktober 2025, ia turut membagikan pengetahuan kepada rekan guru lainnya agar penggunaan teknologi dapat merata.
Dari sisi siswa, manfaat IFP juga dirasakan langsung. Murid kelas VIII SMP Negeri 2 Menggala, Fatria Arina Aru, mengaku pembelajaran kini lebih menarik dibanding sebelumnya.
“Sekarang tampilannya lebih jelas dan interaktif. Kami juga bisa langsung berinteraksi lewat layar sentuh, bahkan ada permainan edukatif,” tuturnya.
Baca juga : Wamen Fajar Tinjau TKA Di NTB, Siswa Akui IFP Bikin Belajar Lebih Mudah
Ia menambahkan, penggunaan IFP membuat siswa lebih semangat untuk belajar dan datang ke sekolah.
Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan bahwa program digitalisasi tidak hanya menghadirkan perangkat di ruang kelas, tetapi juga mendorong perubahan metode belajar menjadi lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
Dengan dukungan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran digital sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.