Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kementan Terus Stabilkan Harga Cabe Dan Bawang Merah Jelang Lebaran
Rabu, 11 Maret 2026 11:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan). terus memperkuat langkah stabilisasi harga komoditas strategis dengan menghadirkan pasokan cabe dan bawang merah dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Menggandeng Asosiasi Champion Cabe Indonesia dan Champion Bawang Merah Indonesia, pemerintah kembali menyalurkan komoditas tersebut langsung kepada konsumen rumah tangga dengan harga di bawah harga pasar eceran Jakarta.
Program yang dilaksanakan pada 10–19 Maret 2026 ini menghadirkan sekitar 500 kilogram cabe rawit merah dan cabai merah keriting dengan harga Rp30 ribu dan Rp20 ribu per 0,5 kg. Selain itu, bawang merah juga dipasok dengan kisaran harga Rp15–20 ribu per 0,5 kg selama aksi berlangsung.
Kegiatan ini menyasar 20 pasar eceran yang dikelola oleh PD Pasar Jaya secara bergantian agar masyarakat dapat memperoleh cabe dan bawang merah dengan harga terjangkau serta lebih dekat dengan domisili tempat tinggal.
Baca juga : Presiden Tenangkan Masyarakat Soal Dampak Perang, Pangan Kita Aman
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan M. Taufiq Ratule menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kementan dan para champion telah berlangsung cukup lama dan menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
“Ini merupakan arahan langsung Bapak Menteri Pertanian untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya cabe dan bawang merah, dengan harga yang baik bagi masyarakat. Apalagi sebentar lagi memasuki momentum Idul Fitri. Kita ingin petani dan masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan tenang,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, pasokan komoditas didatangkan dari beberapa sentra produksi utama, antara lain Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah, yang selama ini menjadi daerah penyangga produksi cabe dan bawang merah nasional.
Ketua Champion Cabe Indonesia, Ardhi menyatakan bahwa champion bersama mitra petani siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Baca juga : JAPPDI Minta Pemerintah Stabilkan Harga Daging Kerbau Impor
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan aksi stabilisasi harga seperti saat ini,” ujarnya.
Senada, Ketua Champion Bawang Merah Indonesia, Alex menegaskan komitmen petani bawang merah untuk menjaga ketersediaan pasokan selama periode meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
“Petani bawang merah siap bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan distribusi yang baik, petani tetap mendapatkan pasar, sementara masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau,” jelas Alex.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga, Juleha, mengaku terbantu dengan adanya pasokan komoditas dengan harga terjangkau tersebut.
Baca juga : Industri Tekstil Dan Alas Kaki Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Lebaran
“Alhamdulillah sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Harga cabai dan bawang merah di sini jauh lebih terjangkau, jadi kebutuhan dapur sehari-hari bisa lebih hemat,” ungkap Juleha saat ditemui di Toko Tani Modern Pasar Minggu.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Agung Sunusi menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan aksi stabilisasi harga ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PD Pasar Jaya, Satgas Pangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta rekan-rekan di Direktorat H2H beserta tim sehingga pelaksanaan aksi pada hari pertama dapat berjalan dengan lancar. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, terbukti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan bawang merah terjual habis,” tuturnya.
Menurut Agung, sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memberikan efek psikologis positif bagi pasar sehingga harga dapat bergerak menuju kondisi yang lebih stabil. “Harapannya, petani tersenyum dan konsumen pun bahagia,” tutup Agung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya