BREAKING NEWS
 

Qodari Sampaikan Update PHTC

CKG Jangkau 100 Juta Warga, Sekolah Rakyat Kian Bertambah

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 7 Mei 2026 07:00 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari (kedua kanan), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri), dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (kanan) bersiap menyampaikan keterangan pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5/2026).ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Dalam kesempatan itu, Pemerintah mengumumkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 100 juta warga dan jumlah Sekolah Rakyat kian bertambah.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Qodari menjelaskan, capaian CKG berasal dari lebih 70 juta peserta sepanjang 2025 dan tambahan lebih 30 juta peserta hingga awal Mei 2026.

“Total sudah 100 juta penduduk Indonesia mendapatkan CKG,” kata Qodari saat memaparkan data.

Program CKG kini berjalan di lebih dari 10 ribu puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Meski begitu, Pemerintah belum boleh berpuas diri karena jumlah penduduk Indonesia saat ini hampir mencapai 290 juta jiwa. Program tersebut pun akan terus dimasifkan agar jangkauannya semakin luas.

“Perjalanan kita masih panjang karena penduduk Indonesia hampir 290 juta jiwa,” jelasnya.

Menurutnya, program CKG menjadi fondasi penting membangun sumber daya manusia unggul. Pemerintah menilai, pendidikan berkualitas tidak bisa dipisahkan dari kondisi kesehatan anak.

Baca juga : Sumsel Antisipasi Karhutla, Nasional Dihidupkan

Dia mengatakan, banyak persoalan kesehatan anak usia sekolah yang selama ini luput terdeteksi. Mulai dari anemia, gangguan kebugaran fisik, hingga masalah penglihatan.

“Hasil CKG tahun 2025 menunjukkan 60,69 persen anak mengalami kurang kebugaran fisik,” katanya.

Selain itu, sebanyak 27 persen anak usia sekolah juga mengalami anemia. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan belajar dan tumbuh kembang siswa di sekolah.

Qodari menambahkan, hingga 3 Mei 2026 Pemerintah telah melakukan screening kesehatan terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah seluruh Indonesia. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 41 persen anak mengalami gigi berlubang.

“Sebanyak 22,1 persen anak juga mengalami peningkatan tekanan darah,” tuturnya.

Adsense

Temuan lain menunjukkan 8,6 persen anak mengalami penumpukan kotoran di telinga. Pemerintah menilai, kondisi tersebut perlu segera ditangani supaya tidak mengganggu proses belajar siswa.

Dia menyebut, CKG juga membantu keluarga kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan dasar tanpa biaya tambahan. Pemerintah memanfaatkan sekolah sebagai jalur pemeriksaan kesehatan massal.

Baca juga : PKB Dan PDIP Sepakat Tingkatkan Komunikasi

“Melalui sekolah, negara hadir menjemput bola agar seluruh anak mendapat layanan kesehatan dasar yang sama,” tuturnya.

Selain sektor kesehatan, diumumkan juga update sektor pendidikan khususnya Sekolah Rakyat.

Saifullah Yusuf mengatakan, program tersebut dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Tahun ini, tahun pertama ini, kita akan meluluskan 453 siswa Sekolah Rakyat,” katanya.

Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, merinci, jumlah tersebut terdiri dari 329 siswa sekolah dasar, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA. Para siswa telah menjalani asesmen sebelum mengikuti ujian akhir.

Dia menjelaskan, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan menempuh dua pilihan. Yakni melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau menjadi pekerja terampil.

“Ini sesuai arahan Presiden agar lulusan Sekolah Rakyat punya masa depan lebih jelas,” jelasnya.

Baca juga : Usul Threshold 5 Persen, Golkar Ingin Perkuat Kualitas Demokrasi

Gus Ipul mengatakan, lima lulusan sekolah menengah atas berencana melanjutkan kuliah. Sementara empat siswa ingin menjadi prajurit TNI. Sisanya masih mempertimbangkan pilihan pendidikan berikutnya.

Menurut dia, Sekolah Rakyat menyasar kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2 atau keluarga miskin ekstrem. Banyak siswa berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan.

“Sebanyak 67 persen orang tua siswa berpenghasilan di bawah Rp 1 juta,” bebernya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 7 Mei 2026 dengan judul "Qodari Sampaikan Update PHTC CKG Jangkau 100 Juta Warga, Sekolah Rakyat Kian Bertambah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense