Dark/Light Mode

Perkuat Daya Saing Industri Manufaktur

Agus-Purbaya Matangkan Stimulus Kendaraan Listrik

Kamis, 7 Mei 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).  Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Foto: Dok. Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mematangkan rencana pemberian stimulus bagi kendaraan listrik untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus mengurangi beban subsidi energi di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Keduanya sepakat, penguatan sektor manufaktur melalui inovasi kendaraan listrik menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi dan lapangan kerja.

Agus menilai, insentif kendaraan listrik kian relevan dengan dinamika global. Ketegangan geopolitik dunia telah mendorong pergeseran preferensi konsumen dari kendaraan konvensional ke berbasis listrik.

“Kalau memang Pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca juga : Di Tengah Guncangan Geopolitik Global, Bos OJK: Sektor Jasa Keuangan Kita Stabil

Menurutnya, peralihan ini akan membantu Pemerintah dalam efisiensi anggaran.

“Agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, kan bisa mengurangi subsidi BBM,” tuturnya.

Selain faktor energi, Agus menekankan bahwa pemberian stimulus bertujuan untuk melindungi ekosistem industri dalam negeri.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), orientasi pasar mulai beralih untuk menghindari ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca juga : Pemprov Siap Bangun Flyover & Underpass

“Pemberian insentif atau stimulus pada dasarnya ditujukan untuk memperkuat industri nasional, sekaligus menjaga tenaga kerja tetap terlindungi,” ucap Agus.

Terkait teknis pelaksanaan, Agus menyerahkan sepenuhnya skema dan besaran anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Soal kapan kendaraan listrik mau diberikan insentif, bagaimana bentuk insentifnya, skemanya seperti apa, mungkin bisa dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan,” imbuhnya.

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Pemerintah menyiapkan kuota insentif untuk 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit motor listrik pada tahun ini. Program ini direncanakan mulai berjalan awal Juni mendatang untuk memacu pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV.

Baca juga : Tak Tersentuh, Arsenal Mentas Di Budapest

“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi insentifnya. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” jelas Purbaya, Selasa (5/5/2026).

Purbaya memperkirakan, besaran subsidi untuk motor listrik berada di angka Rp 5 juta per unit. Namun, rincian angka pasti masih akan didiskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait. Dia meyakini, percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkokoh ketahanan anggaran negara.

“Selain mendorong konsumsi, kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi, ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” pungkasnya. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 7 Mei 2026 dengan judul "Perkuat Daya Saing Industri Manufaktur Agus-Purbaya Matangkan Stimulus Kendaraan Listrik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.