BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar: Transformasi Pendidikan Harus Terasa Di Ruang Kelas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 15 Juni 2026 15:40 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menghadiri Rakorwil LHKP PWM Jawa Timur dan Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan keberhasilan transformasi pendidikan tidak diukur dari banyaknya regulasi yang dibuat, melainkan sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh guru dan murid di ruang kelas.

Hal itu disampaikan Fajar saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id di Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Menurut Fajar, tantangan pendidikan Indonesia saat ini bukan lagi kekurangan ide atau gagasan. Persoalan utamanya adalah memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat sekolah.

"Persoalan pendidikan hari ini sesungguhnya bukan kekurangan gagasan. Tantangan terbesar kita adalah menghadirkan kebijakan yang benar-benar terasa manfaatnya di sekolah, di ruang kelas, dan dalam kehidupan murid," kata Fajar.

Ia mengatakan Indonesia memiliki visi besar untuk membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Namun cita-cita tersebut hanya dapat tercapai apabila kesenjangan mutu pendidikan, kualitas pembelajaran, dan akses pendidikan antarwilayah terus diperkecil.

Karena itu, menurutnya, implementasi kebijakan pendidikan membutuhkan dialog yang sehat, evaluasi berkelanjutan, dan partisipasi luas dari masyarakat.

Baca juga : Ketua Bawaslu: Transparansi Pemilu & Pendidikan Pemilih Kunci Demokrasi Substantif

"Pendidikan adalah investasi peradaban. Negara boleh berganti pemerintahan, tetapi komitmen terhadap pendidikan harus tetap menjadi konsensus kebangsaan," ujarnya.

Fajar menegaskan sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah merupakan ruang pembentukan karakter dan masa depan bangsa.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pendidikan dituntut menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

"Di era kecerdasan buatan, justru nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin penting, seperti integritas, empati, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Pendidikan harus melahirkan manusia Indonesia yang cerdas sekaligus berkarakter," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad konsisten membangun pendidikan melalui ribuan sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

Adsense

Menurut dia, pengalaman Muhammadiyah menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan lahir dari sinergi antara negara dan masyarakat.

Baca juga : Kemenhaj: Kemabruran Haji, Fondasi Sukses Peradaban Bangsa

"Apa yang dilakukan Muhammadiyah membuktikan bahwa pendidikan adalah gerakan sosial. Kemajuan pendidikan lahir ketika negara dan masyarakat berjalan bersama," ujarnya.

Selain itu, Fajar menyoroti pentingnya peran media dalam mendukung ekosistem pendidikan yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi, media dinilai memiliki tanggung jawab membangun literasi publik serta menjaga kualitas diskursus kebangsaan.

"Pendidikan membentuk cara berpikir generasi muda, sementara media membentuk cara berpikir masyarakat luas. Ketika pendidikan dan media berjalan beriringan, kualitas demokrasi dan kualitas kebangsaan akan semakin kuat," katanya.

Usai dari Surabaya, Fajar melanjutkan kunjungan kerja ke Lamongan untuk berdialog dengan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat mengenai masa depan pendidikan Indonesia.

Dalam sarasehan pendidikan tersebut, ia menegaskan transformasi pendidikan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat hingga media.

Pada kesempatan itu, Fajar juga menjelaskan arah kebijakan pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah sesuai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : RI-UNIDO Perkuat Kerja Sama Transformasi Industri Berkelanjutan

Fokus utama kebijakan tersebut adalah percepatan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.

Menurutnya, pembangunan sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mampu menjawab tantangan abad ke-21.

Sementara digitalisasi pendidikan diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kualitas pengajaran, memperkuat kapasitas guru, serta mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah.

"Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi memastikan teknologi digunakan untuk memperkuat pembelajaran dan membuka kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia," tegasnya.

Menutup kunjungannya di Jawa Timur, Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga optimisme dalam memajukan pendidikan nasional.

"Membangun sekolah adalah pekerjaan penting. Tetapi membangun harapan melalui pendidikan adalah pekerjaan yang jauh lebih besar. Dan pekerjaan besar itu hanya bisa dilakukan bersama-sama," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense