Dark/Light Mode

Pasca-Waisak, Wamen Fajar Dorong Pendidikan Karakter di Sekolah Maitreyawira

Sabtu, 6 Juni 2026 11:16 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul (kiri) saat sekolah milik yayasan Prajna Mitra Maitreya, Kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul (kiri) saat sekolah milik yayasan Prajna Mitra Maitreya, Kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (5/6/2026). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca-perayaan Hari Raya Waisak, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan ke sekolah milik Yayasan Prajna Mitra Maitreya, Kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (5/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar memberikan motivasi pada acara pelepasan siswa Kelas X SMP Maitreyawira.

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menekankan peran strategis guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, guru tidak sekadar menjalankan tugas administratif pembelajaran, melainkan harus menjadi perancang utama pengalaman belajar siswa.

“Bapak/Ibu guru bukan operator pembelajaran, tetapi arsitek pembelajaran. Operator hanya menjalankan, sementara arsitek menghadirkan kreasi, inovasi, dan kontekstualisasi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujar Wamen Fajar.

Baca juga : Petani Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin

Di samping peran guru, Wamen Fajar juga mempertegas urgensi pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional. Nilai-nilai seperti saling menghormati dan tidak mencaci maki dinilai sejalan dengan agenda penguatan karakter yang tengah didorong Pemerintah.

“Prestasi itu penting, tetapi tidak kalah penting juga adalah karakter. Sekolah ini memiliki semangat 'mendidik manusia yang berakhlak mulia', yang berarti memberikan penekanan pada keunggulan akhlak dan kedalaman spiritual,” kata Fajar.

Dalam konteks pendidikan modern, terutama di era kecerdasan buatan, Wamen Fajar mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan akademik. Faktor seperti keuletan, kedisiplinan, kepribadian, dan kemandirian justru memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan kesuksesan seseorang.

Baca juga : Wamen Fajar: Pancasila Harus Menjadi Jiwa Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Wamen Fajar mengapresiasi penggunaan tiga bahasa pengantar di sekolah tersebut, yakni Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Menurutnya, pendekatan multilingual sejak dini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat toleransi dan kecerdasan sosial-emosional siswa.

“Setiap sistem pendidikan di negara-negara yang mengenalkan multilingualisme umumnya memiliki semangat toleransi yang tinggi. Ini tentu saja penting agar anak-anak kita tumbuh dalam keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melalui Kemendikdasmen, telah menerbitkan peraturan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 untuk mendorong penggunaan tiga bahasa di lingkungan sekolah, meliputi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.

Baca juga : Pedagang Bertahan di Tenda Sementara, Menanti Janji Revitalisasi Pemprov Jakarta

Data pendidikan Kota Dumai menunjukkan tren yang relatif positif. Berdasarkan data BPS Kota Dumai, rata-rata lama sekolah (RLS) meningkat dari 10,15 tahun pada 2022 menjadi 10,29 tahun pada 2024. Angka ini secara tidak langsung memperlihatkan bahwa capaian program wajib belajar 9 tahun telah terlampaui. Kehadiran Wamen Fajar disambut gembira oleh para kepala sekolah, guru dan siswa-siswi Maitreyawira.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.