RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengecek penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Malang dan Blitar, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/7/2026) hingga Jumat (3/7/2026). Dalam kunjungannya, dia menargetkan perbaikan rumah warga rampung dalam waktu tiga bulan.
Pada blusukan tersebut, Ara, sapaan Maruarar Sirait, didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan pejabat terkait lainnya.
Ara mendatangi rumah calon penerima BSPS di Kelurahan Buring, Kota Malang. Mengenakan kaos lengan panjang warna krem muda, dia masuk melihat kondisi atap, dinding, hingga struktur bangunan yang akan diperbaiki.
Rumah pertama yang dikunjungi adalah milik Nur Yusron Efendi, buruh harian lepas yang tinggal di rumah peninggalan orang tua istrinya.
Sambil berbincang santai, Ara menanyakan pekerjaan, penghasilan, hingga riwayat bantuan yang pernah diterima Yusron.
“Sudah pernah dapat program bantuan belum?” tanya Ara.
“Belum, Pak,” jawab Yusron.
Ara kemudian kembali bertanya mengenai penghasilan keluarga. “Gajinya berapa sebulan?”
Baca juga : Gerindra Ingatkan Ancaman Terhadap Ketahanan Pangan
“Dua jutaan, Pak itu bareng istri,” ujar Yusron.
Di hadapan Ara, petugas menjelaskan kondisi rumah Yusron. Bangunan itu tidak memiliki pondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dindingnya masih menggunakan anyaman bambu, sementara rangka atap sudah lapuk sehingga rawan bocor saat hujan.
Mendengar penjelasan tersebut, Ara meminta petugas mempercepat proses pembangunan. Perbaikan dijadwalkan dimulai pada 10 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 10 Oktober 2026 atau tiga bulan.
“Kalau bisa kamu percepat, lebih cepat saja. Lebih cepat selesai ya, jangan tunda-tunda,” pesannya kepada petugas yang ingin membangun.
Usai dari rumah Yusron, Ara berjalan menuju rumah Jailani yang lokasinya tidak jauh.
Begitu bertemu, dia langsung menyalami Jailani sebelum melihat kondisi bangunan dari luar hingga ke bagian dalam rumah.
Jailani mengaku bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan sekitar Rp 1,8 juta per bulan.
Saat memasuki rumah, Ara melihat langsung kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dinding bagian dalam masih berupa anyaman bambu, sementara bagian atap dipenuhi celah sehingga sinar matahari menembus ke dalam rumah.
Baca juga : Jaga Soliditas Internal, PSI Sulsel Siapkan Kader Hadapi Agenda Politik
Petugas menjelaskan rumah tersebut tidak memiliki pondasi, sloof, kolom maupun ring balok sehingga sangat rentan jika terjadi gempa.
“Kalau kemarin terjadi gempa, terasa nggak di sini?” tanya Ara.
“Terasa banget,” jawab Jailani.
“Waduh, ini bahaya. Pondasi nggak ada, sloof nggak ada, kolom nggak ada, ring balok nggak ada. Ini rumahnya sangat berbahaya,” kata Ara.
Dia juga memastikan apakah rumah tersebut bocor ketika hujan turun.
“Kalau hujan di sini bocor nggak?”
“Iya Pak, pasti bocor, Pak,” ujar Jailani.
Ara kemudian memastikan apakah keluarga tersebut pernah memperoleh bantuan Pemerintah atau belum.
Baca juga : Dony Oskaria: BUMN Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional
“Belum, Pak. Belum pernah,” jawab Jailani.
“Sekarang Bapak Prabowo yang datang membantu ya,” kata Ara yang disambut ucapan terima kasih dari Jailani.
Ara meminta hasil pembangunan nantinya benar-benar sesuai dengan perencanaan. Dia bahkan mengajak media memastikan saat tiga bulan ke depan apakah selesai atau tidak proses pembangunan.
“Teman-teman media nanti dikawal lagi ya. Kalau hasilnya tidak sesuai, berarti tidak sesuai tujuan,” ujar politikus Partai Gerindra ini.
Selain mengecek kondisi rumah warga, Ara juga meminta Pemerintah Kota Malang memastikan seluruh data rumah tidak layak huni (RTLH) akurat. Berdasarkan laporan Pemerintah Daerah, terdapat 927 RTLH yang telah diusulkan untuk ditangani.
Pada kesempatan itu, Ara langsung memutuskan menambah kuota BSPS Kota Malang sebanyak 153 unit. Sebelumnya, Kota Malang telah memperoleh alokasi 674 unit pada 2026 sehingga total bantuan meningkat menjadi 827 unit.
“Agar Kota Malang merdeka dari rumah tidak layak huni, saya tambah kuota BSPS sebanyak 153 unit sehingga total menjadi 827 unit tahun ini,” tegasnya. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 6 Juli 2026 dengan judul "Cek Penerima BSPS Di Jatim Ara Target Bedah Rumah Warga Tuntas Tiga Bulan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.