Dark/Light Mode

Pemerintah Perlu Mitigasi Dampak El Nino

Gerindra Ingatkan Ancaman Terhadap Ketahanan Pangan

Senin, 6 Juli 2026 06:50 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto. (Foto: Dok. Gerindra)
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah diminta mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengingatkan Pemerintah tentang pentingnya mitigasi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan . 

“Isu perubahan iklim, khususnya potensi El Nino, merupakan tantangan yang harus diantisipasi secara serius," kata Titiek, Minggu (5/6/2026). 

Baca juga : Jaga Soliditas Internal, PSI Sulsel Siapkan Kader Hadapi Agenda Politik

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal selama musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut berisiko memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. 

"Langkah mitigasi harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan berbasis data agar dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan dapat ditekan," ujarnya. 

Ketua Komisi IV DPR itu menegaskan, Kalimantan Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Provinsi tersebut bahkan mencatat Indeks Ketahanan Pangan sebesar 81,26 persen tertinggi di Indonesia. 

Baca juga : Dony Oskaria: BUMN Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional

Titiek mengatakan, selain memenuhi kebutuhan pangan di Kalimantan, daerah itu juga menopang pasokan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). 

"Karena itu, dampak El Nino di Kalimantan Selatan berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi secara optimal," ujarnya. 

Politisi Partai Gerindra itu menilai, mitigasi di sektor pertanian harus difokuskan pada pengamanan produksi melalui optimalisasi irigasi dan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lebak, penyediaan benih tahan kekeringan, pemenuhan kebutuhan pupuk, hingga penguatan penyerapan hasil panen serta cadangan pangan Pemerintah. 

Baca juga : Kemenkeu Perketat Pengawasan APBN

"Seluruh langkah tersebut hanya akan efektif jika didukung sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh pertanian, dan para petani," katanya.

Tak hanya sektor pertanian, Titiek juga mengingatkan ancaman kemarau panjang terhadap sektor peternakan. Dia mengatakan, peningkatan suhu dapat memicu heat stress pada ternak sekaligus meningkatkan risiko Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan zoonosis
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.