RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menandatangani tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di sektor industri dalam ajang pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, sebagai upaya memperluas akses pasar manufaktur nasional ke kawasan Eurasia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra (partner country) pada INNOPROM 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama industri, investasi, dan teknologi dengan Rusia.
“Indonesia membawa agenda industri yang tegas, yaitu mempercepat hilirisasi mulai dari mineral kritis dan manufaktur maju, hingga energi, ketahanan pangan, dan kawasan industri,” kata Agus dalam Business Forum: Russia–Indonesia Industrial Dialogue di Yekaterinburg, Selasa (7/7/2026).
Menurut Agus, Indonesia optimistis dapat memperdalam kemitraan teknologi dengan Rusia sekaligus mengintegrasikan produk manufaktur bernilai tambah tinggi ke pasar Eurasia.
Baca juga : Kemenperin Bawa 19 Perusahaan ILMATE Tampil Di INNOPROM Rusia
Ia menyampaikan sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tumbuh 5,04 persen pada triwulan I 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,55 persen.
Selain itu, sektor tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.
Dari sisi investasi, industri pengolahan mencatat realisasi sebesar Rp182,04 triliun pada triwulan I-2026 atau setara 36,49 persen dari total investasi nasional. Sektor ini juga menyerap sekitar 20,04 juta tenaga kerja per Februari 2026.
Sementara pada perdagangan internasional, ekspor industri pengolahan sepanjang Januari–Februari 2026 mendominasi 83,61 persen dari total ekspor nasional dengan nilai mencapai Rp 622,68 triliun.
Baca juga : Menperin: INNOPROM 2026 Jadi Ajang RI Gaet Investor Eurasia
Agus mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS atau tumbuh 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Rusia juga meningkat 7,5 persen menjadi sekitar 1,8 miliar dolar AS pada 2025, didominasi komoditas seperti karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, dan produk kimia. Adapun Indonesia mengimpor pupuk, besi dan baja, serealia, bahan kimia organik, hingga pesawat terbang dari Rusia.
Pada forum bisnis tersebut, Indonesia dan Rusia membahas tiga topik utama, yakni proyek industri bersama, peluang investasi bagi perusahaan industri di kedua negara, serta mekanisme dukungan bagi eksportir.
“Saya yakin forum hari ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri, dapat berkolaborasi secara konkret melalui inisiasi proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Baca juga : TMMIN: Industri Otomotif Dan Komponen RI Miliki Resiliensi Kuat
Sebagai tindak lanjut, kedua negara menandatangani tujuh MoU baru yang mencakup kerja sama antara Kementerian Perindustrian RI dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta lima kesepakatan teknis dan komersial yang melibatkan pelaku industri dari kedua negara.
Kerja sama tersebut melibatkan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars, PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).
Kesepakatan baru itu melengkapi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua negara sejak Desember 2025 di bidang galangan kapal dan studi krisotil asbestos.
Pemerintah berharap status Indonesia sebagai partner country pada INNOPROM 2026 dapat menjadi pijakan untuk membangun kemitraan industri jangka panjang dengan Rusia sekaligus memperluas akses industri nasional ke pasar Eurasia di tengah tantangan geoekonomi dan geopolitik global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.