RM.id Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong. Sejak dilaksanakan pada 2018, TPBIS telah menjangkau sekitar 13,9 juta masyarakat secara kumulatif. Program ini pun telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan.
Kepala Perpusnas Prof. E. Aminudin Aziz menerangkan, pada 2026, Program TPBIS dilaksanakan di 750 lokus. Perpusnas pun terus mendorong replikasi program di berbagai daerah melalui inisiatif Pemerintah Daerah dan dukungan para pemangku kepentingan.
"Kita menyaksikan masyarakat datang ke perpustakaan dengan tekad baru untuk meningkatkan kecakapan literasi guna mengubah status kesejahteraan hidupnya menjadi lebih baik. Perpustakaan berubah menjadi ruang yang lebih produktif dan kreatif untuk meningkatkan kualitas hidup," ujarnya, dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Nasional Program TPBIS Tahun 2026, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Perpusnas Raih Opini WTP ke-10, Perkuat Tata Kelola dan Jaga Kepercayaan Publik
Prof. Amin mengungkapkan, keberhasilan TPBIS tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, hingga masyarakat.
"TPBIS gagasannya dari pusat, pelaksanaannya tetap dari desa. Atas dukungan masyarakat sebagai subjek penyelenggaraan kegiatan ini karena ujungnya peningkatan kualitas hidup bersama. Inilah hakikat kolaborasi, kemitraan, dan nilai gotong royong itu," terangnya.
Ia pun berharap tidak timbul anggapan bahwa perpustakaan daerah mengambil alih tugas organisasi perangkat daerah lainnya. "Jangan dilihat bahwa ada tugas-tugas dari dinas lain yang diambil alih oleh perpustakaan daerah. Justru perpustakaan ingin menghadirkan sebuah inovasi bagaimana nilai gotong royong itu diwujudkan melalui kemitraan lintas sektor dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Baca juga : Perpusnas Perkenalkan Jenama Baru Pustakawan sebagai Pemelajar Sepanjang Hayat
Lebih lanjut, Kepala Perpusnas menegaskan, penguatan perpustakaan merupakan investasi jangka panjang dengan program-program yang kreatif dan transformatif. "Investasi membangun perpustakaan dengan seluruh programnya sebagai program bersama bukanlah investasi sesaat, melainkan investasi masa depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, penulis dan tokoh publik Gita Wirjawan menekankan pentingnya budaya baca, dokumentasi, dan distribusi pengetahuan sebagai fondasi kemajuan peradaban. Ia menilai, Indonesia dan kawasan Asia Tenggara masih menghadapi tantangan dalam mendokumentasikan kekayaan pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki masyarakat.
"Tanpa literasi, tanpa dokumentasi, tanpa kognisi, dan tanpa distribusi kognisi, kita tidak akan bisa memuliakan konsep demokrasi," ucapnya.
Baca juga : Perpusnas Sempurnakan Layanan ISBN, Perkuat Ekosistem Penerbitan Nasional
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, penguatan literasi melalui perpustakaan menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT Mulyadin Malik menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan perpustakaan desa melalui berbagai regulasi, termasuk revisi Undang-Undang Desa serta peluang pemanfaatan Dana Desa yang dapat disinergikan dengan kegiatan TPBIS.
Pembahaasan semakin lengkap dengan adanya contoh praktik baik di daerah. Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Murni Baso memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan untuk mendukung keberlanjutan TPBIS, mulai dari layanan Klinik Pustaka, pelatihan keterampilan berbasis potensi desa, penguatan literasi digital, hingga pemberian apresiasi kepada perpustakaan desa dan pengelola perpustakaan yang aktif.
Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menguatkan Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Masyarakat”, pertemuan ini diikuti oleh dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi maupun kabupaten/kota, Bappeda, pemerintah desa dan kelurahan, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas literasi, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.