RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang kerja bagi warga sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulawesi Tengah. Salah satunya Nirwana, ibu tunggal lulusan sekolah dasar yang kini bekerja mencuci wadah makan MBG atau ompreng. Nirwana mendapatkan pekerjaan tersebut secara tak sengaja. Bermula dari seorang sopir SPPG yang mampir membeli es teh di tempatnya berjualan.
Rakyat Merdeka melihat langsung Nirwana bekerja saat mengunjungi SPPG Polda Sulteng, di Jalan Teratai, Palu, Rabu (5/8/2026). Siang itu, Nirwana atau akrab disapa Bella sibuk mencuci wadah makanan atau ompreng yang baru kembali dari sekolah.
Satu per satu ompreng dibongkar. Sisa makanan dibersihkan, kemudian wadah dicuci hingga bersih. Nirwana bekerja bersama lima relawan lainnya. mereka memastikan ribuan peralatan makan kembali dalam kondisi bersih sebelum digunakan untuk distribusi berikutnya.
Setelah dicuci, ompreng ditiriskan dan dilap. Peralatan kemudian dimasukkan ke mesin sterilisasi. Bentuknya menyerupai alat pemanggang dengan sumber panas dari bagian bawah.
Baca juga : Pengusutan Kasus Febrie, Materi Penyidikan Akan Dibuka Di Persidangan
Panas tersebut digunakan untuk mengeringkan ompreng sekaligus membantu menghilangkan bakteri dan kontaminan yang mungkin masih menempel pada permukaannya.
Sekitar 1.300 peralatan makan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam lebih. Setelah seluruh proses selesai, ompreng kembali siap digunakan untuk pelayanan MBG berikutnya.
Nirwana sudah hampir setahun menjalani pekerjaan tersebut. Ia kini terbiasa dengan seluruh tahapan. Mulai dari membongkar ompreng, mencuci, meniriskan, hingga memasukkannya ke mesin sterilisasi.
Nirwana mengakui, pekerjaan mencuci ompreng bukan pekerjaan ringan. Namun, ia tidak mempermasalahkannya. Selama pekerjaan halal dan bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tidak ada alasan untuk memilih-milih pekerjaan.
Baca juga : Kasus Suap Importasi, Kepala Bea Cukai Kediri Akui Terima Rp 3,5 Miliar
“Kalau pekerjaan enggak ada yang ringan, semua ada risikonya,” kata Bella, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, usai selesai bekerja.
Perempuan 29 tahun itu sebelumnya bekerja sebagai penjaga booth es teh di kawasan Suprapto. Setiap hari, ia bekerja sekitar pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Penghasilannya saat itu sekitar Rp 900 ribu per bulan.
Pekerjaan tersebut dijalani Nirwana untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak semata wayangnya. Sang anak kini duduk di kelas IV sekolah dasar. Kesempatan bekerja di SPPG datang dari obrolan sederhana. Saat masih menjaga booth es teh, seorang sopir SPPG kerap mampir membeli minuman di tempatnya bekerja.
Dari obrolan ringan tersebut, Nirwana mendapat informasi bahwa SPPG sedang membutuhkan relawan.
Baca juga : Hindari Pecah Kongsi, Golkar Dukung Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
Informasi itu membuatnya tertarik. Namun, ia sempat ragu karena hanya memiliki ijazah sekolah dasar.
Ia khawatir pendidikan yang terbatas membuat dirinya tidak diterima bekerja. Namun, keraguan itu akhirnya ia singkirkan. Nirwana memberanikan diri mendaftar dan mencoba kesempatan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.